BATANGHARI, Newsline.id – Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di kawasan Tahura Batanghari. Sekitar tiga hektare lahan di Pal 13, Desa Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, terbakar pada Kamis (27/8/2026) sore.
Menyikapi kejadian tersebut, personel Satbrimob Polda Jambi yang tergabung dalam Satgas Karhutla langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah kobaran api meluas.
Di tengah kondisi lahan yang terbakar, petugas menggunakan air serta cairan penyekat api Hartindo AF31 dengan bantuan Jet Shooter. Cairan tersebut dimanfaatkan untuk mempercepat pengendalian api sekaligus membuat sekat agar kobaran tidak merambat ke kawasan lain.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemadaman dilakukan secara bersama oleh Satgas Karhutla, Pengamanan Hutan (Pamhut) dan Manggala Agni Provinsi Jambi.
Respons cepat personel gabungan membuat kobaran api untuk sementara berhasil dikendalikan. Upaya tersebut sekaligus dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran ke kawasan hutan di sekitarnya.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menegaskan, penanganan Karhutla akan terus dilakukan secara cepat dan terukur, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
“Bapak Kapolda Jambi menegaskan bahwa Polri bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan langkah cepat dan terukur dalam menangani setiap titik Karhutla,” kata Erlan.
Menurutnya, tugas personel di lapangan bukan hanya memadamkan api, tetapi juga memastikan kobaran tidak menjalar dan menimbulkan dampak yang lebih luas.
Polda Jambi, lanjut Erlan, juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak dalam menghadapi ancaman Karhutla. Kolaborasi antara kepolisian, Pamhut, Manggala Agni dan unsur terkait dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan di lapangan.
“Sinergi menjadi kunci. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran agar dapat ditangani sejak dini.
“Apabila menemukan titik api atau indikasi Karhutla, segera laporkan agar dapat ditangani sedini mungkin,” pungkas Erlan. (Red)
Editor : M. Abyan A







