JAKARTA, Newsline.id — Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) kembali menggelar Simposium dan Apresiasi IJTI 2026, Jumat (25/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang diskusi mengenai masa depan jurnalisme di tengah disrupsi informasi sekaligus memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dinilai berkontribusi terhadap keterbukaan informasi dan kepentingan publik.
Simposium mengangkat tema “Jurnalisme Berkelanjutan di Era Disrupsi: Menjaga Integritas, Memperkuat Dampak Sosial.” Diskusi menghadirkan Anggota KPI Pusat Analisa, Senior IJTI sekaligus akademisi Universitas Tarumanagara M. Gafar Yoedtadi, Sekretaris Jenderal IJTI Usmar Almarwan, serta jurnalis senior Wens Mangut.
Para narasumber membahas tantangan jurnalisme di tengah derasnya arus informasi digital, pentingnya menjaga integritas pers, serta perlunya kolaborasi antara media, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat dalam membangun ekosistem informasi yang sehat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Puncak kegiatan ditandai dengan pemberian Apresiasi IJTI 2026 kepada lima tokoh yang berasal dari berbagai bidang.
Lima penerima penghargaan tersebut yakni Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D., Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, sebagai Tokoh Transformasi Pendidikan dan Literasi Digital.
Kemudian Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., Kapolda Kepulauan Riau, menerima apresiasi sebagai Tokoh Penguatan Ekosistem Jurnalisme dan Keterbukaan Informasi.
Penghargaan berikutnya diberikan kepada Kombes Pol. Dr. Christian Tobing, S.I.K., S.H., M.H., M.Si., Kapolresta Sidoarjo, sebagai Tokoh Pelayanan Publik dan Kemitraan Media.
Selanjutnya, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., Bupati Malinau, memperoleh apresiasi sebagai Tokoh Penguatan Literasi Informasi dan Transformasi Digital.
Sementara penghargaan Tokoh Lifetime Achievement diberikan kepada (Alm) Ivan Haris Prikurnia.
Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, mengatakan pemberian apresiasi tersebut merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi para penerima di bidang masing-masing yang dinilai memberikan dampak bagi masyarakat.
“Apresiasi ini diberikan kepada mereka yang memiliki kontribusi besar terhadap dunia jurnalisme, khususnya bagi IJTI dan masyarakat. Para penerima penghargaan adalah mereka yang mampu memberikan informasi secara jelas, jernih, terbuka, dan relevan bagi publik melalui kontribusi dan kerja mereka di bidang masing-masing,” ujar Herik.
Ia menilai keberadaan sumber informasi yang kredibel semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.
Menurut Herik, masyarakat membutuhkan informasi yang akurat, relevan, dan dapat dipercaya dari sumber yang memiliki kompetensi serta otoritas.
“Kita memahami bahwa saat ini kita berada di era keterbukaan, ketika arus informasi berkembang sangat cepat dan luas. Karena itu, publik membutuhkan informasi yang akurat, relevan, dan dapat dipercaya dari sumber yang memiliki kompetensi dan otoritas,” katanya.
Herik berharap penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk pengakuan, tetapi juga mendorong para penerima untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan perkembangan jurnalisme di Indonesia.
“Lebih dari itu, kami berharap apa yang telah dilakukan dapat menginspirasi banyak pihak untuk turut mendorong keterbukaan informasi di Indonesia,” ujarnya.
Simposium dan Apresiasi IJTI 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pers, pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekosistem informasi di era digital.
Melalui kegiatan tersebut, IJTI menegaskan pentingnya jurnalisme yang berintegritas, keterbukaan informasi, serta kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kepentingan publik dan kehidupan demokrasi di Indonesia.
Editor : M. Abyan A








