JAMBI, Newsline.id – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Jumat (2/10/2026).
Hingga pukul 15.00 WIB, tercatat lima penerbangan kedatangan dan empat penerbangan keberangkatan terdampak kondisi jarak pandang yang berubah-ubah akibat kabut asap.
Berdasarkan keterangan tertulis pihak Bandara Sultan Thaha Jambi, jarak pandang pada Jumat pagi hingga siang berada pada kisaran 1.000 hingga 1.900 meter.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jarak pandang tercatat 1.000 meter pada pukul 06.00 WIB, kemudian 1.800 meter pukul 07.00 WIB, 1.300 meter pukul 08.00 WIB, dan 1.500 meter pada pukul 09.00 WIB.
Selanjutnya, jarak pandang kembali turun menjadi 1.100 meter pada pukul 10.00 WIB, sebelum meningkat menjadi 1.800 meter pukul 11.00 WIB dan 1.900 meter pukul 12.00 WIB.
Pada pukul 13.00 WIB jarak pandang tercatat 1.600 meter, kemudian 1.500 meter pada pukul 14.00 WIB dan pukul 15.00 WIB.
Lima Penerbangan Kedatangan Terdampak
Sejumlah penerbangan yang menuju Bandara Sultan Thaha mengalami perubahan status akibat kondisi cuaca dan jarak pandang.
Citilink QG 960 dari Jakarta dengan estimasi tiba pukul 13.20 WIB tercatat dialihkan (diverted) ke Palembang (PLM).
Sementara Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta dengan estimasi tiba pukul 14.05 WIB serta GA 128 dengan estimasi tiba pukul 14.10 WIB tercatat kembali ke bandara asal (Return to Base/RTB) di Jakarta (CGK).
Adapun Batik Air ID 6804 dari Jakarta dan Super Air Jet IU 840 dari Jakarta, yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 15.10 WIB, masih holding atau berputar menunggu kondisi memungkinkan untuk melakukan pendaratan di wilayah Jambi.
Empat Keberangkatan Mengalami Penundaan
Gangguan kabut asap juga berdampak terhadap penerbangan dari Bandara Sultan Thaha Jambi.
Empat penerbangan tercatat mengalami penundaan, yakni Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta, Citilink QG 961 tujuan Jakarta, serta penerbangan Garuda Indonesia yang terdampak kondisi operasional akibat kabut asap.
Sebelumnya, dua penerbangan keberangkatan yang menggunakan pesawat ex-RON atau pesawat yang bermalam di Bandara Sultan Thaha masih dapat diberangkatkan.
Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta berangkat pada pukul 06.00 WIB saat jarak pandang tercatat 1.000 meter. Kemudian Super Air Jet IU 377 tujuan Yogyakarta International Airport (YIA) berangkat pada pukul 09.40 WIB dengan jarak pandang sekitar 1.500 meter.
Penumpang Diminta Pantau Informasi Maskapai
Pihak Bandara Sultan Thaha menyebut tim operasional terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani penumpang yang terdampak penundaan penerbangan.
Pembaruan informasi mengenai jadwal kedatangan dan keberangkatan juga dilakukan secara berkala menyesuaikan perkembangan kondisi kabut asap dan jarak pandang di bandara.
Para pengguna jasa bandara diimbau untuk selalu mengecek kembali status penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai.
Untuk informasi kebandarudaraan, masyarakat dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports melalui nomor 172.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Thaha Jambi menyatakan akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan pelayanan kepada pengguna jasa bandara.
Pihak bandara juga berharap persoalan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi dapat segera teratasi sehingga kondisi udara membaik dan aktivitas penerbangan kembali normal. (*/)
Editor : M. Abyan A








