JAMBI, Newsline.id – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Muaro Jambi terus menjadi perhatian serius Satgas Karhutla Provinsi Jambi. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar bersama jajaran terkait turun langsung memantau kondisi lahan gambut yang terbakar di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Rabu (12/8/2026).
Pemantauan dilakukan bersama Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan, Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah serta unsur Korem 042/Garuda Putih melalui patroli udara menggunakan pesawat fixed wing BNPB.
Dari udara, rombongan melihat kondisi sejumlah titik yang sebelumnya terbakar. Api dilaporkan telah berhasil dipadamkan, namun petugas masih melakukan pendinginan dan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolda Jambi mengatakan, langkah tersebut penting dilakukan karena karakteristik lahan gambut membuat api dapat kembali muncul apabila proses pendinginan tidak dilakukan secara menyeluruh.
“Kami bersama BNPB, Korem 042/Garuda Putih dan BPBD Provinsi Jambi melakukan pemantauan langsung dari udara untuk memastikan kondisi kebakaran. Alhamdulillah, api sudah padam, namun masih ada asap sehingga pendinginan dan pemantauan terus dilakukan agar tidak muncul kembali titik api,” ujar Krisno.
Selain fokus pada pemadaman dan pendinginan, Polda Jambi juga menyiapkan langkah penegakan hukum. Setelah kondisi lahan dinyatakan aman, penyelidikan akan dilakukan untuk mengungkap penyebab kebakaran serta pihak yang bertanggung jawab.
“Setelah api dipastikan padam dan kondisi lahan aman, kami akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran dan siapa yang bertanggung jawab. Penegakan hukum akan kami lakukan secara tegas dengan mengedepankan scientific investigation,” tegasnya.
Hingga saat ini, Polda Jambi telah menerima enam laporan polisi dan menangani tujuh tersangka dalam perkara karhutla. Penanganan hukum tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memberikan efek jera sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami sudah menerima enam laporan polisi dan menangani tujuh tersangka. Kami mohon dukungan masyarakat. Kami akan terus melakukan penyelidikan secara profesional dan memberikan update perkembangan kasusnya,” kata Kapolda.
Dalam sepekan terakhir, kebakaran telah berdampak pada lebih dari 50 hektare lahan gambut di Desa Persiapan Air Merah. Satgas Karhutla mengerahkan berbagai upaya, mulai dari pemadaman melalui jalur darat hingga water bombing.
Kapolda juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu karhutla, termasuk membakar sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan cara dibakar.
“Jangan membakar sampah sembarangan karena bisa menjadi penyebab kebakaran. Apalagi membuka lahan kemudian dibakar. Ini sangat berbahaya. Dampak kebakaran dapat mengganggu kesehatan, merusak lingkungan dan mencemari udara akibat asap,” pungkasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan api telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, proses pendinginan tetap dilanjutkan guna memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
Satgas Karhutla Provinsi Jambi bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan pendinginan dan pemantauan sampai lokasi benar-benar dinyatakan aman.
Sinergi antara kepolisian, BNPB, TNI, BPBD dan unsur terkait diharapkan mampu mempercepat penanganan karhutla sekaligus memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas. (Red)
Editor : Riyanto








