Listrik Bergilir di Kerinci–Sungai Penuh Tuai Sorotan, PLTA Berkapasitas Besar Tetap Suplai Sistem Sumatra

Senin, 25 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerinci, Newsline.id – Pemadaman listrik bergilir yang kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh memicu beragam reaksi masyarakat. Kondisi tersebut dinilai ironis karena daerah ini memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas besar yang selama ini menjadi salah satu penopang energi di Sumatra.

Gangguan kelistrikan diketahui terjadi akibat masalah pada jaringan transmisi Sumatra di jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai. Dampaknya, sejumlah wilayah mengalami pemadaman secara bertahap sebagai bagian dari upaya penstabilan sistem kelistrikan regional.

Situasi itu membuat masyarakat mempertanyakan alasan listrik masih padam bergilir meski pasokan energi dari PLTA di wilayah Kerinci disebut dalam kondisi aman dan bahkan surplus.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau pembangkit besar ada di daerah sendiri, masyarakat tentu berharap listrik tetap aman saat terjadi gangguan,” ungkap salah seorang warga Sungai Penuh.

PLTA yang dikelola PT Kerinci Merangin Hidro diketahui memiliki kapasitas sekitar 350 megawatt. Seluruh unit pembangkit disebut telah beroperasi penuh dan tidak mengalami gangguan produksi.

Manager PLTA KMH, Aslori, menjelaskan bahwa dari sisi pembangkitan, kondisi saat ini tetap stabil. Menurutnya, empat unit turbin dengan kapasitas masing-masing 87,5 megawatt sudah beroperasi optimal sejak akhir tahun 2025.

“Secara produksi tidak ada kendala. Daya yang dihasilkan bahkan cukup untuk mendukung kebutuhan listrik Kerinci, Sungai Penuh hingga wilayah Provinsi Jambi,” jelasnya.

Namun demikian, listrik yang dihasilkan PLTA tersebut masuk ke dalam jaringan interkoneksi Sumatra melalui sistem transmisi tegangan tinggi 150 kV. Artinya, distribusi daya tidak hanya digunakan untuk wilayah lokal, melainkan disalurkan sesuai kebutuhan sistem secara menyeluruh.

Di sisi lain, PLN menyebut pemadaman bergilir dilakukan sebagai bagian dari pengaturan beban pasca gangguan besar yang terjadi pada sistem kelistrikan Sumatra beberapa waktu lalu.

Manajer PLN ULP Sungai Penuh, Eko Pitono, mengatakan wilayah Kerinci dan Sungai Penuh tidak mengalami blackout total, namun tetap dilakukan pengurangan beban agar pemulihan sistem berjalan lebih cepat.

“Ini sifatnya sementara untuk menjaga kestabilan jaringan dan membantu proses normalisasi sistem interkoneksi Sumatra,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).

Kondisi tersebut memunculkan diskusi di tengah masyarakat terkait distribusi energi di daerah penghasil listrik. Banyak warga menilai wilayah yang menjadi lokasi pembangkit semestinya memperoleh prioritas pasokan ketika terjadi gangguan besar.

Meski secara teknis sistem interkoneksi bekerja secara regional dan terpusat, tuntutan masyarakat dianggap sebagai hal yang wajar dari sisi sosial maupun kepentingan daerah.

Pengamat menilai persoalan utama bukan terletak pada kurangnya daya pembangkit, melainkan pada jaringan transmisi dan mekanisme distribusi energi dalam sistem interkoneksi Sumatra.

Karena itu, keterbukaan informasi dan komunikasi yang jelas dari pihak terkait dinilai penting agar masyarakat memahami penyebab pemadaman serta proses pemulihan yang sedang dilakukan.

Di tengah polemik yang berkembang, keberadaan PLTA Kerinci Merangin Hidro tetap dipandang sebagai aset strategis sektor energi di Sumatra. Selain menopang kebutuhan listrik daerah, pembangkit tersebut juga berperan penting menjaga stabilitas pasokan energi regional ketika terjadi gangguan pada sistem kelistrikan besar. (Fer)

Editor : Periyan

Berita Terkait

500 Anak Meriahkan Gebyar PAUD Kerinci 2026, Bupati Monadi Dorong Penguatan Pendidikan Usia Dini
Bupati Monadi dan Kakan Kemenag Pahrizal Dampingi Kafilah Kerinci, Tujuh Peserta Tembus Final MTQH Jambi
16 Camp PETI Ditemukan di Kawasan TNKS Kerinci, Siapa di Balik Aktivitas Tambang Ilegal?
Pulang dari Malaysia, Hadijah Kehilangan 48 Pohon Karet yang Ditanam 18 Tahun, Perkara Baru Disidangkan pada 2026
PDAM Tirta Sakti Percepat Perbaikan IPA Koto Petai, Mobil Tangki Suplai Air ke Warga
PDAM Tirta Sakti Kerinci Percepat Perbaikan Distribusi Air Bersih, Mobil Tangki Dikerahkan
Bupati Monadi Tutup Festival Budaya Kerinci 2026, Apresiasi Antusias Masyarakat dan Ajak Generasi Muda Lestarikan Tradisi Leluhur
Mensediar Raih Nilai Tertinggi UKK Calon Direksi Perumda Tirta Sakti Kerinci, Tiga Kandidat Lolos ke Wawancara Akhir
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:22 WITA

500 Anak Meriahkan Gebyar PAUD Kerinci 2026, Bupati Monadi Dorong Penguatan Pendidikan Usia Dini

Rabu, 4 November 2026 - 20:15 WITA

16 Camp PETI Ditemukan di Kawasan TNKS Kerinci, Siapa di Balik Aktivitas Tambang Ilegal?

Senin, 2 November 2026 - 17:26 WITA

Pulang dari Malaysia, Hadijah Kehilangan 48 Pohon Karet yang Ditanam 18 Tahun, Perkara Baru Disidangkan pada 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:44 WITA

PDAM Tirta Sakti Percepat Perbaikan IPA Koto Petai, Mobil Tangki Suplai Air ke Warga

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:45 WITA

PDAM Tirta Sakti Kerinci Percepat Perbaikan Distribusi Air Bersih, Mobil Tangki Dikerahkan

Berita Terbaru