MUARO JAMBI, Newsline.id — Upaya memperkuat pemerintahan desa yang bersih dan berintegritas terus didorong di Provinsi Jambi. Desa Ibru, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, kini menjadi salah satu kandidat kuat untuk ditetapkan sebagai Desa Percontohan Antikorupsi.
Penilaian terhadap Desa Ibru berlangsung pada 2 September 2026. Dalam evaluasi tersebut, Desa Ibru meraih nilai 99 dan masuk kategori Istimewa, sekaligus dinyatakan memenuhi standar penyelenggaraan Desa Antikorupsi.
Komitmen tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jambi. Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa pencegahan korupsi harus dibangun sejak pemerintahan paling dekat dengan masyarakat, yakni tingkat desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pesan tersebut disampaikan melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Provinsi Jambi, Atma Jaya, saat menghadiri penilaian calon percontohan Desa Antikorupsi di Desa Ibru.
Al Haris mengapresiasi perjalanan Desa Ibru yang sebelumnya telah ditetapkan KPK RI sebagai Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi Jambi pada 2023.
Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan, tetapi harus menjadi pemicu bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus membangun tata kelola pemerintahan yang transparan serta bebas dari praktik korupsi.
“Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh pemerintah daerah, mulai dari pemerintah desa hingga pemerintah provinsi, untuk terus memperkuat komitmen mewujudkan pemerintahan yang jauh dari praktik korupsi,” kata Al Haris dalam sambutan tertulisnya.
Ia menekankan tiga aspek penting dalam membangun pemerintahan yang berintegritas, yakni penguatan sistem pengawasan internal, peningkatan integritas aparatur, serta budaya kerja yang mengedepankan pelayanan dan etika publik.
Pemprov Jambi, lanjutnya, juga memberikan dukungan terhadap strategi KPK dalam pemberantasan korupsi melalui pendidikan masyarakat serta penguatan tata kelola pemerintahan di tingkat desa.
Program Desa Antikorupsi dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk membangun budaya pencegahan korupsi sejak dari lingkungan masyarakat paling bawah.
Al Haris juga meminta masyarakat tidak bersikap pasif. Pengawasan terhadap jalannya pemerintahan desa, menurutnya, harus melibatkan seluruh unsur masyarakat.
“Seluruh elemen masyarakat perlu bersama-sama mengawal tata kelola pemerintahan desa, membangun sinergi dan melakukan mitigasi terhadap potensi terjadinya korupsi,” tegasnya.
Pemkab Muaro Jambi Dorong Ibru Jadi Contoh
Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono, menyatakan Pemkab Muaro Jambi berkomitmen memperkuat pencegahan korupsi melalui pembinaan, pengawasan dan peningkatan kapasitas aparatur desa.
Keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam memastikan setiap proses pembangunan berjalan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Budhi berharap Desa Ibru mampu menjadi contoh praktik baik bagi desa-desa lain, khususnya dalam membangun pemerintahan yang berintegritas.
“Kami berharap Desa Ibru dapat menjadi contoh dalam membangun pemerintahan desa yang berintegritas dan menjadi inspirasi bagi desa lainnya di Jambi,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada kepala desa, perangkat desa, BPD serta masyarakat Ibru yang telah mempersiapkan berbagai aspek penilaian.
Jika seluruh proses berjalan sesuai harapan, Desa Ibru diharapkan dapat menjadi desa percontohan antikorupsi kedua di Provinsi Jambi.
Ibru Raih Nilai 99, Sumber Agung 97
Penilaian dilakukan oleh tim yang melibatkan unsur KPK RI, Inspektorat Provinsi Jambi, DP3AP2 Provinsi Jambi dan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi.
Desa Ibru, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, memperoleh nilai akhir 99 dalam penilaian yang dilaksanakan 2 September 2026.
Sementara itu, Desa Sumber Agung, Kecamatan Rimbo Hilir, Kabupaten Tebo, sebelumnya memperoleh nilai 97 dalam penilaian pada 1 September 2026. Keduanya memperoleh kategori Istimewa.
Khusus Desa Ibru, tim penilai menyatakan desa tersebut telah memenuhi persyaratan standar penyelenggaraan Desa Antikorupsi dengan kategori Sangat Baik.
Meski mendapat nilai tinggi, tim penilai tetap memberikan sejumlah catatan perbaikan. Hal tersebut dimaksudkan agar tata kelola pemerintahan desa semakin transparan, akuntabel dan mampu melibatkan masyarakat secara lebih optimal.
Capaian Desa Ibru sekaligus menjadi momentum untuk memperluas gerakan pemerintahan desa yang bersih di Jambi. Dengan pengawasan publik, keterbukaan informasi dan integritas aparatur, desa diharapkan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi fondasi utama pencegahan korupsi. (Red)
Editor : M. Abyan A








