JAMBI, NEWSLINE.ID – Upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda terus digencarkan di Provinsi Jambi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi bersama industri perbankan menggelar Peringatan Hari Indonesia Menabung di Banjuran Budayo Jambi, Senin (10/8/2026).
Mengangkat tema “Tingkatkan Literasi, Perluas Inklusi, Wujudkan Generasi Emas Jambi”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong kebiasaan menabung sekaligus mengenalkan akses layanan keuangan kepada generasi muda.
Sekitar 900 pelajar dan mahasiswa dari Kota Jambi mengikuti kegiatan yang dihadiri pimpinan instansi vertikal, jajaran perbankan, serta organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kota Jambi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut dibuka oleh Dr. H. Sudirman, S.H., M.H., dan dilanjutkan dengan sambutan Wali Kota Jambi Maulana.
Dalam kesempatan itu, Kepala OJK Provinsi Jambi Yan Iswara Rosya memaparkan perkembangan program edukasi dan inklusi keuangan sepanjang Januari hingga Juli 2026.
Selama periode tersebut, OJK Jambi mencatat 157 kegiatan edukasi keuangan dengan total 22.385 peserta. Selain itu, tercatat 9.648 pembukaan akun dengan total nominal mencapai sekitar Rp595,09 juta.
Data tersebut menunjukkan upaya peningkatan akses keuangan terus dilakukan, khususnya dengan menyasar kelompok pelajar dan mahasiswa.
OJK Jambi juga memberikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang dinilai aktif mendorong budaya literasi dan inklusi keuangan. Penghargaan diberikan kepada 10 pelajar dan mahasiswa teraktif menabung, tiga sekolah teraktif dalam edukasi keuangan, tiga bank teraktif melaksanakan edukasi, serta empat bank dengan kontribusi tertinggi.
“Terkhusus kepada anak-anak kita yang telah diberikan kesempatan untuk memperoleh inklusi. Mudah-mudahan bisa terus dilanjutkan upaya ini karena ini menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi,” ujar Sudirman.
Perbankan Serahkan 55 Tempat Sampah
Peringatan Hari Indonesia Menabung juga diisi dengan penyerahan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari industri jasa keuangan kepada Pemerintah Kota Jambi.
Sebanyak 55 tempat sampah diserahkan untuk mendukung program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Jambi.
Program tersebut tidak hanya diarahkan pada persoalan kebersihan, tetapi juga dikaitkan dengan pengembangan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah yang dapat membuka akses terhadap berbagai instrumen keuangan, seperti emas, tabungan dan saham.
Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, edukasi literasi keuangan perlu diberikan sejak tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
“Literasi dan inklusi keuangan mulai dari anak SD, SMP dan SMA. Target satu rekening satu pelajar semua diapresiasi, supaya mendorong anak-anak kita cinta budaya menabung,” kata Maulana.
Menurutnya, dukungan industri jasa keuangan terhadap program kebersihan juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi menjalankan program Kampung Bahagia.
“Industri Jasa Keuangan dan Perbankan membantu Pemerintah Kota Jambi mensukseskan program Kampung Bahagia yaitu bersih, dengan diberikan 55 tong sampah di area publik untuk pengunjung, bukan untuk sampah rumah tangga,” ujarnya.
Kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, industri jasa keuangan dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan terus diperkuat. Sasaran akhirnya bukan hanya meningkatkan jumlah masyarakat yang memiliki akses ke layanan keuangan, tetapi juga membangun generasi muda yang mampu mengelola keuangan secara bijak.
Dengan literasi yang semakin baik dan akses keuangan yang semakin luas, generasi muda Jambi diharapkan tumbuh menjadi kelompok masyarakat yang produktif sekaligus mampu ikut menggerakkan perekonomian daerah secara berkelanjutan. (Red)
Editor : Riyanto








