JAMBI, Newsline.id – Sampah rumah tangga mulai dilihat sebagai peluang oleh masyarakat Kelurahan Kenali Asam Atas, Kota Jambi. Melalui pengelolaan dan pemilahan yang tepat, sampah yang sebelumnya dianggap sebagai persoalan lingkungan dapat memiliki nilai ekonomi.
Upaya tersebut didorong Pertamina EP (PEP) Jambi Field melalui pelatihan penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan Bank Sampah berbasis masyarakat.
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Kenali Asam Atas, Rabu (9/9/2026), dengan mengusung tema “Kenali, Pilah, Kelola, Berdaya untuk Lingkungan yang Berkelanjutan.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari pengurus Bank Sampah KITA, kader PKK dan BKMT.
Pelatihan ini memberikan bekal kepada masyarakat mengenai tata kelola bank sampah, mulai dari memilah sampah dari rumah, proses penimbangan, pencatatan transaksi, penyimpanan hingga pemanfaatan sampah yang memiliki nilai jual.
Ketua Bank Sampah KITA, Jumairi, mengatakan kegiatan tersebut memberikan tambahan pengetahuan bagi pengurus, khususnya mengenai teknis pengelolaan bank sampah secara lebih efektif.
“Terima kasih kepada Pertamina yang sudah melaksanakan pelatihan ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami selaku pengurus Bank Sampah KITA,” ujar Jumairi.
Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk mengembangkan Bank Sampah KITA sehingga pengelolaannya semakin terarah dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Tak Sekadar Mengumpulkan Sampah
Keberadaan bank sampah tidak hanya berkaitan dengan tempat mengumpulkan sampah. Kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah menjadi bagian penting agar sistem tersebut dapat berjalan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dari Dosen Teknik Lingkungan Universitas Batanghari Jambi, Ir. Endi Adriansyah, ST., MT.
Materi yang diberikan antara lain klasifikasi dan pemilahan sampah, mekanisme penimbangan, pencatatan transaksi, penyimpanan serta pengenalan sistem tabungan sampah.
Peserta juga mengikuti diskusi dan simulasi operasional bank sampah untuk memahami bagaimana sampah yang telah dipilah dapat dikelola dan memberikan nilai tambah.
Lurah Kenali Asam Atas, Budi Prasetiyono, mengatakan persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.
“Persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah dapat dipilah, dikumpulkan, dimanfaatkan dan bahkan memiliki nilai ekonomi,” katanya.
Budi berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi diterapkan secara rutin di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan bank sampah dapat dilihat dari konsistensi kegiatan, meningkatnya partisipasi warga dan manfaat yang dirasakan secara langsung.
Pertamina Dorong Kemandirian Masyarakat
PEP Jambi Field Manager, Kurniawan Triyo Widodo, mengatakan peningkatan kapasitas masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Ia berharap Bank Sampah KITA tidak hanya berkontribusi mengurangi sampah yang berakhir di lingkungan, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari sampah yang telah dipilah.
“Yang ingin kami bangun bukan sekadar aktivitas mengumpulkan sampah, tetapi kapasitas masyarakat agar mampu mengelola sampah secara mandiri, tertib dan berkelanjutan,” jelas Kurniawan.
Ia menambahkan, pemahaman mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah perlu diikuti dengan sistem operasional bank sampah yang jelas agar program dapat berkembang dalam jangka panjang.
“Keberlanjutan program sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Karena itu, kami mendorong agar pengetahuan dari pelatihan ini diterapkan mulai dari rumah, kemudian diperkuat melalui sistem bank sampah yang transparan, tertib dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujarnya.
Pertamina EP Jambi Field yang merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 1 (PHR Zona 1) menjalankan program tersebut melalui Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) Pengelolaan Sampah Terpadu di wilayah operasi perusahaan.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat peran Bank Sampah KITA sebagai bagian dari pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kelurahan Kenali Asam Atas.
Ke depan, program diharapkan mampu meningkatkan jumlah nasabah aktif, menambah volume sampah terpilah yang bernilai ekonomi serta membangun kebiasaan memilah sampah dari sumbernya.
Dengan pengelolaan yang konsisten, sampah tidak hanya dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga membuka peluang manfaat ekonomi dan mendorong kemandirian masyarakat.
(*/Rd)
Editor : M. Abyan A








