JAMBI, NEWSLINE.ID – Menyambut Hari Karantina Indonesia ke-149, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jambi menggelar bakti sosial dan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kehadiran Karantina di tengah masyarakat, sekaligus memberikan manfaat langsung melalui pelayanan kesehatan, kepedulian sosial, serta edukasi mengenai kesehatan manusia, hewan dan lingkungan.
Antusiasme masyarakat terlihat dalam kegiatan yang diikuti lebih dari 200 peserta. Beragam layanan disediakan, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, skrining kesehatan jiwa, deteksi dini kanker hingga pemeriksaan kadar karbon monoksida (CO) dalam tubuh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemeriksaan CO menjadi salah satu layanan yang dinilai relevan dengan kondisi Jambi yang pada waktu tertentu terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Layanan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan pernapasan dan lingkungan.
Tak hanya menyasar kesehatan manusia, kegiatan juga memberikan perhatian terhadap kesehatan hewan. Sebanyak 70 ekor Hewan Penular Rabies (HPR) milik masyarakat mendapatkan vaksinasi rabies secara gratis.
Program vaksinasi tersebut masih akan dilanjutkan hingga Kamis mendatang sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran penyakit rabies di masyarakat.
Sementara itu, kegiatan donor darah berhasil mengumpulkan 70 kantong darah. Donasi tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan di wilayah Jambi.
Kepala Balai Karantina Jambi, Sudiwan Situmorang, mengatakan peringatan Hari Karantina Indonesia ke-149 menjadi momentum untuk memperluas makna kehadiran Karantina di tengah masyarakat.
Menurutnya, tugas perkarantinaan tidak hanya berkaitan dengan pengawasan lalu lintas komoditas, tetapi juga bagaimana keberadaan lembaga dapat memberikan manfaat melalui kegiatan sosial, edukasi dan kolaborasi.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang perjalanan tugas perkarantinaan, tetapi bagaimana kehadiran kami dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kegiatan berbagi, edukasi, serta ajakan untuk menjaga kesehatan manusia, hewan dan lingkungan,” ujar Sudiwan.
Ia menjelaskan, pendekatan One Health menjadi salah satu landasan dalam membangun kolaborasi lintas sektor. Konsep tersebut menempatkan kesehatan manusia, hewan dan lingkungan sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan.
Upaya pencegahan penyakit, termasuk penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan kepada manusia, menurutnya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Kolaborasi menjadi kunci. Kesehatan manusia, hewan dan lingkungan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan,” katanya.
Pelaksanaan kegiatan tersebut turut didukung sejumlah mitra, di antaranya PT Angkasa Pura II Bandara Sultan Thaha, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jambi, Puskesmas Talang Bakung, Yayasan Pencegahan Kanker Nusantara (YPKN) Provinsi Jambi serta berbagai pemangku kepentingan di lingkungan bandara.
Sudiwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan tersebut.
“Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh mitra serta masyarakat yang berpartisipasi. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat berkelanjutan dan semakin memperkuat komitmen Barantin dalam melindungi kelestarian sumber daya alam hayati Indonesia,” pungkasnya.
Editor : M. Abyan A








