JAMBI, Newsline.id – Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Jambi-Rengat tak hanya dikebut dari sisi pembangunan infrastruktur. Pemerintah juga menyiapkan langkah pemberdayaan bagi masyarakat yang terdampak pembangunan jalur tol.
Sedikitnya 519 warga tercatat terdampak pembangunan Tol Jambi-Rengat fase I yang meliputi jalur Pijoan-Cinto Kenang hingga Merlung. Pemerintah memastikan keberadaan proyek strategis tersebut tetap memperhatikan keberlangsungan ekonomi dan usaha masyarakat.
Kementerian Pekerjaan Umum telah menyiapkan sejumlah program pemberdayaan untuk warga terdampak. Program tersebut di antaranya berupa pelatihan keterampilan serta bantuan modal usaha.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dukungan juga disiapkan bagi masyarakat yang bergerak di sektor pertanian, seperti bantuan bibit dan kebutuhan pendukung lainnya yang disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan di lapangan.
Gubernur Jambi Al Haris menegaskan, masyarakat yang terdampak pembangunan tol harus tetap mendapat perhatian. Ia memastikan pemerintah akan berupaya mengakomodasi kebutuhan warga agar pembangunan tidak menimbulkan persoalan baru bagi perekonomian masyarakat.
“Jangan sampai akibat tol nanti ada warga yang merasa ditinggalkan. Semuanya kita akomodir,” ujar Al Haris usai membuka Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan JTTS Jambi-Rengat Fase I, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, percepatan pembangunan jalan tol perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga perekonomian warga yang terdampak.
Di sisi lain, Pemprov Jambi terus mendorong penyelesaian berbagai persoalan yang masih menjadi kendala pembangunan Tol Jambi-Rengat. Salah satu target utama pemerintah adalah memastikan seluruh persoalan lahan pada fase I dapat berstatus clear and clean pada Desember 2026.
Target tersebut disampaikan Al Haris dalam rapat koordinasi yang membahas sejumlah persoalan pembangunan, mulai dari pembebasan dan pendataan lahan, warga terdampak, penetapan lokasi (Penlok), hingga fasilitas umum yang berada di jalur pembangunan tol.
“Waktu kita bergulir terus. Kita sudah sampaikan bahwa akhir Desember semua sudah clear and clean. Supaya nanti Januari sudah mulai mereka eksekusi lapangan,” tegasnya.
Fase I Tol Jambi-Rengat mencakup ruas Pijoan-Cinto Kenang di Kabupaten Muaro Jambi hingga Merlung di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Rapat koordinasi tersebut turut melibatkan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat serta sejumlah pihak terkait.
Pemerintah berharap percepatan pembangunan tol dapat berjalan tanpa mengesampingkan kepentingan masyarakat, khususnya warga yang berada di sepanjang jalur pembangunan. (Red)
Editor : Riyanto








