JAMBI, NEWSLINE.ID — Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Kota Jambi Angkatan 14 resmi berakhir di Abadi Hotel Jambi, Sabtu (12/9/2026). Dari 26 wartawan yang terdaftar sebagai peserta, sebanyak 23 orang dinyatakan kompeten.
Sementara itu, satu peserta dinyatakan belum kompeten dan dua peserta lainnya tidak mengikuti ujian.
UKW yang berlangsung selama dua hari, 11–12 September 2026, tersebut diikuti wartawan dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi, serta peserta dari sejumlah daerah di luar Jambi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pelaksanaannya, peserta yang mengikuti ujian terbagi ke dalam lima kelas. Rinciannya terdiri dari dua kelas tingkat muda, dua kelas madya, dan satu kelas utama.
Ketua Tim Penguji UKW PWI Pusat, Nurcholis, mengatakan UKW tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis dalam menjalankan pekerjaan jurnalistik. Lebih dari itu, pengujian juga menjadi sarana untuk melihat kesiapan wartawan dari berbagai aspek yang menjadi bagian penting dalam profesionalisme jurnalistik.
Menurutnya, terdapat empat aspek utama yang menjadi perhatian, yakni skill, knowledge, awareness, dan leadership.
Skill berkaitan dengan kemampuan teknis wartawan, termasuk menulis, mengolah informasi dan memahami materi pemberitaan. Sementara knowledge menyangkut penguasaan ilmu jurnalistik serta pengetahuan umum maupun pengetahuan khusus sesuai bidang penugasan.
Aspek berikutnya adalah awareness atau kesadaran terhadap nilai sebuah peristiwa. Kemampuan tersebut, kata Nurcholis, berkaitan erat dengan kepekaan wartawan dalam menentukan apakah suatu peristiwa memiliki nilai berita.
“Tujuannya adalah melatih sense of news kita, supaya berita kita punya news value,” ujarnya.
Sedangkan leadership berkaitan dengan kemampuan wartawan dalam berkoordinasi, menjalankan tanggung jawab serta mempertanggungjawabkan setiap pekerjaan jurnalistik yang dilakukan.
“Segala sesuatunya harus dikoordinasikan, dilaporkan,” katanya.
Nurcholis juga menyampaikan pesan Ketua Umum PWI Pusat kepada wartawan yang telah dinyatakan kompeten agar tidak berhenti setelah memperoleh predikat tersebut.
Predikat kompeten, menurutnya, bukan sekadar pencapaian yang patut dibanggakan, melainkan amanah untuk terus menjaga profesionalisme sekaligus marwah wartawan dalam menjalankan tugas.
“Pesan Ketua Umum PWI Pusat agar menjaga marwah predikat kompeten, bukan hanya menjadi kebanggaan, tapi juga tanggung jawab,” tegasnya.
Ia menambahkan, UKW bukanlah garis akhir perjalanan seorang wartawan dalam meningkatkan kemampuan. Justru, hasil ujian tersebut harus dibuktikan melalui karya dan perilaku jurnalistik ketika kembali menjalankan tugas di lapangan.
“Ujian ini adalah sebagai awal, bukan akhir, pembuktiannya adalah di lapangan,” kata Nurcholis.
Ketua PWI Kota Jambi, Irwansyah, pada kesempatan tersebut turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan UKW Angkatan 14.
Ia memberikan penghargaan kepada para penguji dari PWI Pusat dan Dewan Pers yang telah menjalankan proses pengujian secara profesional sekaligus memberikan pengalaman serta pembelajaran bagi para peserta.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian UKW selama dua hari dengan penuh kesungguhan.
“Bagi yang dinyatakan kompeten, tentu ini menjadi tanggung jawab untuk terus menjaga profesionalisme dan kualitas dalam menjalankan tugas sebagai wartawan,” ujar Irwansyah.
Irwansyah juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, di antaranya Polda Jambi, Hutama Karya Infrastruktur, Pemerintah Provinsi Jambi, Korem 042/Garuda Putih, Kejaksaan Tinggi Jambi, Polresta Jambi, Pemerintah Kota Jambi, perusahaan, sponsor serta pihak lainnya yang turut membantu terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia berharap UKW dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya wartawan di Jambi sehingga mampu menghasilkan karya jurnalistik yang profesional, berimbang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan peserta, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Bagimu Negeri”.
Penutupan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kompetensi jurnalistik pada akhirnya harus diwujudkan melalui pengabdian, profesionalisme dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik.
(Red)
Editor : M. Abyan A








