NEWSLINE.ID, TANJAB TIMUR – Kapal tanker MT Nurhasanah Lima terbakar saat berlabuh di perairan Teluk Majelis, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Asap hitam terlihat membumbung dari badan kapal setelah terdengar ledakan yang diduga berasal dari bagian kamar mesin. Tak lama kemudian, api membesar dan membakar bagian kapal yang saat itu tengah menunggu giliran memuat kondensat di Dermaga Samudra Muara Sabak.
Saat kejadian, kapal milik PT Dania Shipping Line tersebut dalam kondisi kosong dan berlabuh jangkar. Di atas kapal terdapat 16 anak buah kapal (ABK) yang dipimpin nakhoda Aryanus Patangloan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi awal menyebutkan, ledakan terjadi ketika sejumlah kru mesin sedang melakukan pekerjaan perbaikan di kamar mesin. Ledakan tersebut kemudian memicu kebakaran dan menyebabkan lima orang mengalami luka bakar.
Kelima korban masing-masing Jarwanto selaku Kepala Kamar Mesin (KKM), Jepri Gultom sebagai Masinis 2, Jurairi Jahri sebagai Oiler 1, Erwin Ali sebagai Oiler 2, serta M Akmal yang bertugas sebagai Engine Cadet.
Kelima korban kemudian dievakuasi menuju Desa Teluk Majelis untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum menjalani perawatan medis lebih lanjut.
Sementara itu, 11 ABK lainnya berhasil menyelamatkan diri dan dievakuasi ke tepian Panduan Teluk Majelis dalam kondisi selamat.
Penanganan insiden melibatkan sejumlah unsur, di antaranya personel Direktorat Polairud Polda Jambi dari Pos Kampung Laut, Polairud Polres Tanjung Jabung Timur, TNI AL, KSOP Sabak, serta nelayan yang berada di sekitar lokasi.
Koordinasi dilakukan untuk mengevakuasi korban, menyelamatkan awak kapal lainnya, sekaligus mengamankan lokasi kejadian di perairan Teluk Majelis.
Lima korban yang mengalami luka bakar kemudian mendapat perawatan di Puskesmas Kampung Laut. Kondisi dan tingkat luka para korban masih dalam penanganan tenaga medis.
Sementara itu, penyebab pasti ledakan dan kebakaran masih dalam penyelidikan. Berdasarkan kronologi sementara, insiden terjadi saat kru mesin melakukan pekerjaan perbaikan di area kamar mesin.
Petugas terkait masih melakukan penanganan dan pemeriksaan untuk memastikan penyebab kejadian serta kondisi kapal pascakebakaran.
Hingga beberapa jam setelah insiden, fokus penanganan masih diarahkan pada keselamatan seluruh awak kapal dan lima korban yang mengalami luka bakar.
(NJ)
Editor : M. Abyan A








