TANJUNG JABUNG TIMUR, Newsline.id – Tangisan seorang bayi laki-laki memecah keheningan pagi warga RT 12 RW 03 SK 7, Kelurahan Rantau Indah, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.
Bayi tersebut ditemukan tergeletak di teras rumah milik Hendra Jaya yang saat itu dalam kondisi tidak berpenghuni.
Kapolsek Dendang Iptu Sunarto mengatakan, bayi yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan sekitar 2 kilogram dan panjang 47 sentimeter. Berdasarkan pemeriksaan awal, bayi tersebut diperkirakan baru berusia sekitar 11 jam setelah dilahirkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penemuan bayi bermula ketika seorang warga bernama Hermin (43) hendak mematikan lampu rumah milik Hendra Jaya.
Saat berada di depan rumah, Hermin melihat sebuah bungkusan kain putih tergeletak di sekitar teras. Karena penasaran, ia kemudian memeriksa bungkusan tersebut.
“Setelah diperhatikan lebih teliti, ternyata bungkusan kain itu adalah bayi,” ujar Iptu Sunarto.
Terkejut melihat kondisi tersebut, Hermin kemudian memanggil suaminya, Sairi (43), untuk memastikan kondisi bayi. Setelah diketahui bayi masih hidup, Sairi segera menghubungi Ketua RT setempat, Suwono (43), sebelum kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Dendang langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dua helai kain putih yang digunakan untuk membungkus bayi.
Sementara itu, bayi tersebut kini dalam kondisi sehat dan mendapatkan perawatan di rumah bersalin milik Bidan Sunarti. Kondisinya juga terus dipantau oleh pihak Puskesmas Dendang bersama Camat Dendang.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas orang tua bayi serta kronologi hingga bayi tersebut ditemukan di teras rumah kosong.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan atau identitas orang tua bayi agar segera menyampaikannya kepada pihak berwenang.
(Red)
Editor : M. Abyan A








