Menteri Nusron Ajak Santri Al-Bahjah Kuasai STEM untuk Bangun Kemandirian Bangsa

Sabtu, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cirebon, Newsline.id – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak para santri Pondok Pesantren Al-Bahjah untuk mempersiapkan diri menjadi generasi unggul yang mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ajakan tersebut disampaikan Menteri Nusron saat memberikan motivasi kepada santri kelas XII SMAIQu Al-Bahjah dalam kegiatan pendampingan santri, Sabtu (18/4/2026). Di hadapan pengasuh Ponpes Al-Bahjah, Buya Yahya, ia menegaskan bahwa santri memiliki peluang besar tidak hanya menjadi ulama, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pemerintahan.

Menurut Menteri Nusron, santri dapat mengambil peran sebagai hikmatal hukama atau kader pelaksana kebijakan negara, yakni sosok yang berperan sebagai teknokrat maupun birokrat dalam merancang serta menjalankan kebijakan di berbagai sektor strategis.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, kemajuan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh penguasaan bidang STEM (science, technology, engineering, and mathematics). Dengan penguasaan teknologi, energi, dan pangan, suatu negara akan memiliki daya tahan dan kemandirian yang lebih kuat di tengah tantangan global.

Karena itu, ia mendorong para santri untuk berani melanjutkan pendidikan ke bidang-bidang strategis seperti teknologi pangan, energi, geologi, manufaktur, hingga telekomunikasi. Menurutnya, sektor-sektor tersebut akan sangat menentukan arah pembangunan Indonesia di masa mendatang.

Dalam kesempatan itu, Menteri Nusron juga memaparkan sepuluh sektor penting yang membutuhkan peran generasi muda sebagai pelaksana kebijakan, di antaranya pertahanan keamanan, hukum, keuangan, pangan, energi, kesehatan, logistik, manufaktur, telekomunikasi, serta pendidikan dan pelatihan.

Menutup arahannya, Menteri Nusron mengingatkan para santri untuk tidak ragu bermimpi besar. Ia menegaskan bahwa generasi muda, termasuk santri, akan menjadi penentu kemajuan Indonesia saat memasuki usia 100 tahun kemerdekaan. (*/Fer)

Editor : Periyan

Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 14:45 WITA

Menteri Nusron Ajak Santri Al-Bahjah Kuasai STEM untuk Bangun Kemandirian Bangsa

Berita Terbaru

Tanjung Jabung Timur

Kapal MT Nurhasanah Lima Terbakar di Perairan Teluk Majelis, Lima ABK Luka Bakar

Kamis, 24 Sep 2026 - 23:23 WITA