Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7 Dongkrak Produksi Migas PHKT hingga 710 BOPD

Sabtu, 12 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BALIKPAPAN, NEWSLINE.ID — PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) berhasil meningkatkan produksi minyak dan gas dari Sumur Sepinggan V-7 melalui proyek optimalisasi sumur existing. Produksi minyak dari sumur tersebut mencapai 710 barel per hari (BOPD), atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan target awal.

Selain minyak, Sumur Sepinggan V-7 juga menghasilkan gas sekitar 0,8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Angka tersebut turut melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 0,5 MMSCFD.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa optimalisasi aset migas yang telah beroperasi cukup lama masih dapat memberikan tambahan produksi ketika dikembangkan melalui strategi dan teknologi yang tepat.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

General Manager Zona 10 PHKT Darmapala mengatakan, optimalisasi sumur existing menjadi salah satu strategi perusahaan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan produksi migas, terutama pada aset yang telah memasuki fase mature.

“Upaya optimalisasi sumur-sumur migas existing menjadi strategi PHKT untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi migas melalui optimalisasi aset yang sudah beroperasi puluhan tahun dan sudah mature,” ujar Darmapala.

Ia menjelaskan, setiap peluang pengembangan terus dikaji dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, efektivitas, efisiensi serta keandalan operasi.

Menurut Darmapala, keberhasilan Sumur Sepinggan V-7 menunjukkan masih terdapat potensi produksi yang dapat dibangkitkan dari aset existing.

“Dengan strategi yang tepat, potensi produksi dari sumur V-7 berhasil dibangkitkan kembali dan dikembangkan untuk memberikan kontribusi bagi keberlanjutan produksi migas PHKT,” katanya.

Proses optimalisasi diawali dengan kegiatan fishing untuk mengatasi hambatan yang terdapat di dalam sumur. Setelah akses menuju zona potensial pada kedalaman sekitar 13.000 kaki berhasil dibuka, pekerjaan dilanjutkan melalui workover serta perforasi pindah lapisan pada zona yang dinilai memiliki prospek produksi.

Respons positif kemudian terlihat dari hasil pengujian produksi pada 1 September 2026. Produksi Sumur V-7 tercatat berada di atas perkiraan awal yang telah ditetapkan.

SKK Migas Apresiasi Peningkatan Produksi

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Haryanto Syafri.

Menurut Haryanto, capaian PHKT menunjukkan bahwa aset migas yang telah ada masih memiliki peluang untuk dioptimalkan guna mendukung peningkatan produksi nasional.

“Kami mengapresiasi upaya PHKT dalam mengoptimalkan kembali Sumur Sepinggan V-7 hingga mampu menghasilkan produksi yang lebih tinggi dari target,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan tersebut mencerminkan kemampuan PHKT dalam mengidentifikasi potensi aset sekaligus menerapkan langkah teknis yang tepat untuk mengembalikan kemampuan produksi sumur.

Haryanto berharap keberhasilan tersebut menjadi pendorong bagi PHKT untuk terus mengeksplorasi peluang peningkatan produksi dari aset existing, khususnya di wilayah Kalimantan.

“Ke depan, kami akan terus mendorong upaya-upaya seperti ini. Harapannya, semakin banyak potensi yang bisa dioptimalkan sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi keberlanjutan produksi migas guna memenuhi kebutuhan energi nasional,” tambahnya.

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7 juga memperlihatkan peran teknologi, keahlian teknis dan kolaborasi lintas fungsi dalam membuka kembali potensi produksi dari aset yang sebelumnya belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Sejalan dengan komitmen PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), PHKT terus mengembangkan berbagai inovasi dan teknologi dalam kegiatan eksploitasi untuk meningkatkan recovery rate, menambah cadangan serta mempertahankan tingkat produksi migas.

PHKT merupakan bagian dari PHI yang menjalankan kegiatan usaha hulu migas di Zona 10 pada Wilayah Kerja Kalimantan Timur dan Attaka. Dalam menjalankan operasinya sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), PHKT mengedepankan aspek keselamatan, efisiensi, keandalan, kepatuhan serta prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi migas sekaligus mendukung ketahanan energi Indonesia.

(Red)

Editor : M. Abyan A

Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 17:35 WITA

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7 Dongkrak Produksi Migas PHKT hingga 710 BOPD

Berita Terbaru

Tanjung Jabung Barat

Nelayan Kuala Tungkal Ditemukan Selamat di Sungai Hujan Indragiri Hilir

Senin, 28 Sep 2026 - 14:59 WITA