MERANGIN, Newsline.id – Pemandangan berbeda ditunjukkan Bupati Merangin M. Syukur saat melakukan perjalanan kerja ke Desa Tiangko, Kecamatan Sungai Manau, Sabtu (3/10/2026). Bukan menggunakan mobil dinas, M. Syukur justru memimpin rombongan dengan mengendarai sepeda motor.
Mengendarai Yamaha X-Max, Bupati Merangin bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin Zulhifni dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bertolak dari Rumah Dinas Bupati sekitar pukul 08.00 WIB.
Sekitar satu jam perjalanan, rombongan tiba di kawasan Tiangko pada pukul 09.00 WIB. Tim Liputan Kominfo Merangin turut mengikuti perjalanan tersebut menggunakan sepeda motor Kawasaki Eliminator.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
M. Syukur mengatakan, sepeda motor dipilih karena dinilai lebih praktis untuk menjangkau kawasan tersebut.
“Kenapa naik motor? Karena lebih santai, lebih mobile, dan lebih efisien,” ujar Syukur.
Perjalanan tersebut sekaligus menjadi bagian dari agenda kerja lapangan. Bupati menghadiri Puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten Merangin sekaligus meninjau langsung kawasan Gua Tiangko Ulu yang menjadi salah satu bagian penting dari Geopark Merangin.
Menariknya, kunjungan tersebut membawa kembali kenangan masa kecil bagi Syukur. Di hadapan peserta HKG PKK, ia bercerita bahwa kawasan Gua Tiangko bukanlah tempat asing baginya.
Sejak kecil, Syukur mengaku sering bermain hingga mandi di kawasan tersebut.
“Ini gua tempat saya main kecil-kecil dulu. Kami jalan dari belakang situ. Kemudian lanjut lagi ada namanya Dam Tiangko. Nah, itu tempat kami mandi, loncat, mandi terjun,” tuturnya.
Cerita tersebut disambut tawa para peserta. Dengan nada bercanda, Syukur bahkan menyarankan warga yang merasa kurang bahagia untuk mencoba mandi terjun di kawasan tersebut.
Usai menghadiri puncak HKG PKK, Syukur kemudian melanjutkan perjalanan menuju Gua Tiangko Ulu bersama Sekretaris Badan Pengelola Geopark Merangin, Eko Wahyudi.
Di lokasi, Bupati melihat langsung kondisi kawasan gua yang memiliki nilai sejarah dan geologi tersebut. Ia menilai Gua Tiangko merupakan salah satu kekayaan alam Merangin yang perlu dijaga sekaligus diperkenalkan secara lebih luas.
Menurut Syukur, Gua Tiangko memiliki sejarah geologi yang sangat panjang. Kawasan tersebut diperkirakan telah terbentuk sekitar 140 juta tahun lalu.
“Jadi, gua ini terbentuk 140 juta tahun yang lalu. Kalau bicara sejarah, ini dulu laut. Kemudian menjadi daratan jauh sebelum Pulau Sumatera terbentuk. Dan alhamdulillah, ini masih ada. Bersyukurlah!” kata Syukur.
Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Merangin untuk melihat langsung potensi kawasan Gua Tiangko, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga warisan alam dan geologi yang menjadi bagian dari kekayaan daerah. (*/Nj)
Editor : M. Abyan A








