Ekspor Batubara Aceh Tumbuh Positif, Sumbang 64 Persen Devisa Daerah

Selasa, 16 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH, NEWSLINE.ID – Komoditas batubara masih menjadi tulang punggung ekspor Provinsi Aceh. Data kepabeanan menunjukkan sektor ini memberikan kontribusi terbesar terhadap perolehan devisa ekspor daerah sepanjang tahun 2025.

Dari total devisa ekspor Aceh yang mencapai sekitar Rp10,84 triliun, komoditas batubara menyumbang Rp6,98 triliun atau sekitar 64 persen. Capaian tersebut menegaskan peran strategis sektor pertambangan dalam mendukung perekonomian daerah.

Memasuki tahun 2026, tren ekspor batubara masih menunjukkan kinerja yang menjanjikan. Berdasarkan data Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh, selama periode Januari hingga Mei 2026 volume ekspor batubara mencapai 5,38 juta ton dengan nilai devisa sekitar Rp3,11 triliun.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka tersebut menjadi rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir untuk periode yang sama. Jika dibandingkan Januari–Mei 2025, volume ekspor mengalami peningkatan dari 5,26 juta ton dengan nilai devisa Rp2,86 triliun. Sementara dibandingkan tahun 2024, pertumbuhannya jauh lebih signifikan karena saat itu volume ekspor tercatat 3,24 juta ton dengan devisa sekitar Rp2,03 triliun.

Meski demikian, dari sisi nilai devisa, pencapaian tertinggi dalam lima tahun terakhir masih terjadi pada tahun 2022. Saat itu, volume ekspor hanya mencapai 3,74 juta ton, namun mampu menghasilkan devisa sekitar Rp3,31 triliun. Kondisi tersebut dipengaruhi tingginya harga batubara di pasar internasional pada periode tersebut.

Kepala Kanwil DJBC Aceh mengatakan pihaknya berkomitmen menyajikan data perdagangan luar negeri secara terbuka dan berkala sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.

Menurutnya, data ekspor yang dipublikasikan tidak hanya menggambarkan besarnya volume pengiriman, tetapi juga menjadi indikator penting dalam melihat ketahanan sektor pertambangan Aceh di tengah dinamika harga komoditas global.

“Data ini memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi riil sektor pertambangan. Tren peningkatan volume ekspor menunjukkan kemampuan operasional pelaku usaha yang tetap kuat meskipun pasar global terus mengalami perubahan,” ujarnya.

DJBC Aceh juga mencatat adanya perkembangan baru dalam peta pelaku ekspor batubara. Selama ini aktivitas ekspor didominasi oleh PT Mifa Bersaudara dan PT Bara Energi Lestari. Namun pada tahun 2026 muncul pemain baru, yakni PT Media Djaya Bersama, yang mulai berkontribusi dalam aktivitas ekspor komoditas tersebut.

Pemerintah berharap data yang disajikan dapat menjadi referensi bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sektor pertambangan yang lebih efektif, termasuk pengembangan hilirisasi dan peningkatan nilai tambah batubara di Aceh.

Selain mendukung transparansi informasi, DJBC Aceh menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mendorong terwujudnya predikat Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2026. (*/Red)

Editor : Riyanto

Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:40 WITA

Ekspor Batubara Aceh Tumbuh Positif, Sumbang 64 Persen Devisa Daerah

Berita Terbaru