JAKARTA, Newsline.id – Organisasi perdamaian internasional Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light (HWPL) bersama International Peace Youth Group (IPYG) berhasil mengumpulkan 117 kantong darah melalui kampanye donor darah bertajuk “Peace in Our Blood” yang digelar di Medan dan Jakarta pada 3–4 Juni 2026.
Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Deklarasi Perdamaian Dunia yang diperingati setiap 25 Mei. Selain membantu memenuhi kebutuhan stok darah nasional, program ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sosial, semangat berbagi, serta memperkuat nilai-nilai perdamaian di tengah masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan di Medan berlangsung pada 3 Juni 2026 di Hall IGN Washington Purba Universitas Sari Mutiara Indonesia (USM). Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara HWPL, IPYG, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Universitas Sari Mutiara Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 130 peserta mengikuti donor darah di Medan dan berhasil mengumpulkan 68 kantong darah. Kegiatan tersebut turut dihadiri Pendiri Universitas Sari Mutiara Indonesia, Parlindungan Purba, yang juga merupakan anggota Komite Hukum Internasional HWPL, serta Rektor Universitas Sari Mutiara Indonesia Prof. Dr. Dra. Ivan Elisabeth Purba, S.H., M.Kes.
Sementara itu, kegiatan serupa di Jakarta digelar sehari kemudian di Auditorium Dr. H. Abdul Rajak, Universitas Mohammad Husni Thamrin. Program ini terlaksana melalui kerja sama dengan Universitas Mohammad Husni Thamrin, T-Preneur, PMI, dan Unit Transfusi Darah Rumah Sakit Kanker Dharmais.
Sebanyak 88 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut dan berhasil menyumbangkan 49 kantong darah. Hadir dalam kesempatan itu Rektor Universitas Mohammad Husni Thamrin Dr. Ningky Sasanti Munir, MBA., MA, bersama sejumlah akademisi dan perwakilan kampus.
Secara keseluruhan, kegiatan di dua kota tersebut melibatkan 218 peserta dan menghasilkan 117 kantong darah yang akan disalurkan untuk mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Tidak hanya donor darah, peserta juga mengikuti sesi edukasi mengenai pentingnya perdamaian, solidaritas sosial, dan peran aktif masyarakat dalam membangun lingkungan yang harmonis. Berbagai diskusi turut digelar untuk mendorong kesadaran bahwa aksi sederhana seperti kerelawanan dan donor darah dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan sesama.
Pendiri Universitas Sari Mutiara Indonesia, Parlindungan Purba, mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin dengan HWPL dan IPYG. Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut melalui berbagai program sosial dan perdamaian di masa mendatang.
Sementara itu, perwakilan IPYG Medan, Evi, menyampaikan rasa terima kasih kepada mahasiswa, dosen, dan masyarakat yang telah berpartisipasi. Menurutnya, tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa kepedulian sosial masih menjadi kekuatan penting dalam membangun kebersamaan.
Ketua IPYG Indonesia, Tiurma, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menciptakan masa depan yang lebih baik melalui aksi nyata.
“Aksi kemanusiaan ini membuktikan bahwa generasi muda tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi juga mengambil langkah konkret untuk membantu sesama. Solidaritas dan kepedulian sosial merupakan bagian penting dalam membangun Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.
Sebagai organisasi perdamaian internasional, HWPL terus mendorong terciptanya perdamaian berkelanjutan melalui pendidikan perdamaian, dialog lintas agama, kegiatan kemanusiaan, serta penguatan kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat.
Melalui kampanye “Peace in Our Blood”, HWPL dan IPYG berharap semakin banyak kalangan, khususnya generasi muda, yang terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan sebagai bagian dari upaya membangun budaya damai dan kepedulian di Indonesia. (Red)
Editor : Riyanto








