JAKARTA, NEWSLINE.ID – Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, khususnya wilayah Jabodetabek, memadati Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (4/6/2026), dalam gelaran Konferensi Jurnalis Kampus Indonesia 2026 yang diinisiasi Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).
Kegiatan yang menyasar lembaga pers mahasiswa serta mahasiswa ilmu komunikasi tersebut menjadi forum perdana berskala nasional yang mempertemukan jurnalis kampus untuk membahas tantangan dunia media di tengah percepatan transformasi digital.
Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, menegaskan bahwa eksistensi jurnalisme berkualitas semakin penting ketika masyarakat terus dibanjiri arus informasi dari media sosial yang belum tentu terverifikasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kampus menjadi ruang strategis dalam melahirkan generasi penerus jurnalisme profesional yang menjunjung independensi dan integritas.
“Pers mahasiswa memiliki peran penting sebagai ruang pembelajaran sekaligus fondasi masa depan ekosistem pers yang sehat. Mereka harus diperkuat agar mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Herik menambahkan, konferensi ini dirancang sebagai ruang bertukar gagasan, memperluas wawasan, sekaligus meningkatkan kapasitas jurnalis muda agar lebih siap menghadapi dinamika industri media yang terus berubah.
Dalam kesempatan yang sama, IJTI juga memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui penandatanganan nota kesepahaman terkait peningkatan kapasitas sumber daya manusia di era digital.
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, mengatakan kerja sama tersebut berfokus pada peningkatan kompetensi generasi muda, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Kerja sama yang berlaku selama tiga tahun itu mencakup pengembangan SDM, penguatan literasi ketenagakerjaan, serta pemanfaatan fasilitas pendukung untuk kegiatan edukasi publik.
“Kesiapan kompetensi menjadi kunci menghadapi perubahan teknologi. Karena itu, kolaborasi dengan IJTI menjadi langkah strategis untuk mendorong upskilling dan reskilling secara berkelanjutan,” katanya.
Selain diskusi dan penguatan kapasitas, Konferensi Jurnalis Kampus Indonesia 2026 juga menghasilkan sejumlah rekomendasi penting. Salah satunya adalah penegasan sikap menolak segala bentuk intervensi, intimidasi, maupun pembatasan terhadap kebebasan pers mahasiswa.
Peserta konferensi juga mendorong penguatan perlindungan terhadap pers kampus serta membangun solidaritas antarlembaga pers mahasiswa guna menghadapi berbagai bentuk kriminalisasi terhadap karya jurnalistik.
Editor : Riyanto








