Kerinci, Newsline.id — Banjir besar kembali merendam wilayah Kecamatan Depati Tujuh, dengan Desa Lubuk Suli menjadi titik terdampak terparah. Memasuki hari kedua, genangan air belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Aktivitas warga lumpuh total akibat tingginya debit air yang menutup akses jalan dan merendam rumah-rumah penduduk.
Herman salah seorang warga mengatakan air masih berada pada ketinggian yang menyulitkan mobilitas. “Kendaraan tidak bisa lewat. Air masih dalam dan belum ada tanda-tanda menurun,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Banjir Depati Tujuh: Rumah Terendam, Jalan Berubah Jadi Sungai. Ketua penanganan banjir setempat, Heri, menyebutkan aktivitas warga benar-benar terhenti sejak kemarin. Ia menegaskan kebutuhan mendesak saat ini adalah posko banjir dan dapur umum. Banyak dapur rumah warga ikut terendam, membuat mereka tidak dapat memasak.
“Kami berharap pemerintah Kabupaten Kerinci segera membentuk dapur umum. Dapur warga sudah tenggelam, jadi tidak ada cara untuk memasak,” kata Heri.
Warga pun khawatir debit air Sungai Batang Merao akan terus meningkat, karena hingga Jumat siang (28/11/2025) cuaca di kabupaten Kerinci masih di guyur hujan. “Jika cuaca hujan seperti ini terus maka debit air akan terus meningkat dan banjir akan meluas,”ujarnya.
(*)








