PetroChina dan BPBAT Bekali Pokdakan Tanjab Barat Teknik Budidaya Ikan

Jumat, 2 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJAB BARAT, Newsline.id– Lima kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat mendapat pembekalan teknik budidaya ikan melalui program Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar SKK Migas PetroChina International Jabung Ltd bersama Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam.

Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan tentang budidaya ikan, tetapi juga dirancang untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan usaha perikanan secara mandiri.

Sejumlah komoditas menjadi materi dalam pelatihan, mulai dari ikan nila, patin, lele hingga gurami, termasuk teknik pembenihan dan pembesaran.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang peserta, Zaharudin, warga Desa Sungai Keruh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru selama mengikuti pelatihan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan yang diadakan PetroChina ini. Banyak ilmu dan pengalaman baru yang kami dapatkan, terutama bagaimana cara budidaya ikan yang baik dan benar,” ujar Zaharudin, Senin (28/9/2026).

Menurut Zaharudin, masyarakat Desa Sungai Keruh sebenarnya telah memiliki ketertarikan untuk mengembangkan usaha budidaya ikan. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan menjadi salah satu kendala dalam pengembangannya.

Karena itu, ia menilai pelatihan tersebut menjadi bagian penting karena masyarakat tidak hanya memperoleh bantuan benih dan sarana, tetapi juga mendapat pengetahuan mengenai cara mengelola usaha budidaya secara tepat.

“Yang paling penting bagi kami bukan hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga mendapatkan ilmu. Dengan ilmu yang diberikan, kami bisa tahu bagaimana cara mengelola ikan, mulai dari pembenihan sampai pembesaran,” katanya.

Ia juga mengapresiasi metode pelatihan yang memadukan penyampaian materi dengan praktik langsung. Menurutnya, pola tersebut membuat peserta lebih mudah memahami teknik yang diberikan dan melihat penerapannya di lapangan.

“Kami sangat antusias karena nanti tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga langsung praktik. Jadi apa yang disampaikan bisa langsung kami lihat dan pelajari,” ungkapnya.

Zaharudin berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di Desa Sungai Keruh untuk meningkatkan produktivitas kelompok pembudidaya.

Selain memenuhi kebutuhan pangan keluarga, hasil budidaya juga dinilai memiliki peluang ekonomi apabila produksi dapat ditingkatkan.

“Kami berharap ke depan bisa lebih mandiri. Hasil budidaya bisa untuk kebutuhan keluarga dan kalau produksinya lebih banyak bisa dijual. Mudah-mudahan ini bisa menjadi usaha yang terus berkembang,” ujarnya.

Ia berharap program serupa dapat dilanjutkan dengan pendampingan secara berkala. Pendampingan dinilai diperlukan agar para pembudidaya memiliki tempat berkonsultasi ketika menghadapi kendala dalam proses produksi.

“Kalau ada pendampingan dan pelatihan secara berkelanjutan, tentu akan sangat membantu kami untuk mengembangkan usaha,” tuturnya.

Tak hanya untuk kelompok peserta, Zaharudin juga berencana membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat lain di desanya.

Ia berharap semakin banyak warga yang memiliki keterampilan budidaya ikan sehingga sektor perikanan dapat berkembang dan memberikan tambahan sumber pendapatan bagi masyarakat.

“Ilmu yang kami dapatkan ini mudah-mudahan tidak berhenti di kami saja. Setelah pulang nanti, kami juga ingin berbagi dengan masyarakat lainnya supaya semakin banyak yang bisa belajar dan ikut mengembangkan budidaya ikan,” pungkasnya.

Melalui program tersebut, peningkatan kapasitas masyarakat diharapkan dapat mendukung pengembangan budidaya ikan di Tanjung Jabung Barat, sekaligus membuka peluang usaha dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga maupun desa.

Editor : M. Abyan A

Berita Terkait

Dua Nelayan Tanjab Barat Hilang Saat Melaut Ditemukan Selamat oleh Tim SAR
Nelayan Kuala Tungkal Ditemukan Selamat di Sungai Hujan Indragiri Hilir
Katamso Buka Sekolah Lapang Iklim, Perkuat Ketangguhan Pertanian Tanjab Barat
Sekda Hermansyah Apresiasi Inovasi Robotika Arakan Sahur Tanjab Barat Tembus Final Nasional
Katamso Dorong Pembahasan APBD 2027 Tanjab Barat Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat
Dari Daun Jadi Produk Bernilai, PetroChina Dorong Perajin Batik Tanjab Barat Naik Kelas
SKK Migas-PetroChina Bina Kelompok Tani Mandiri di Tanjab Barat Lewat Program Perikanan dan Peternakan
Anwar Sadat Ikuti Rakor Karhutla, Pemkab Tanjab Barat Perkuat Sinergi dengan Perusahaan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:39 WITA

PetroChina dan BPBAT Bekali Pokdakan Tanjab Barat Teknik Budidaya Ikan

Rabu, 30 September 2026 - 17:25 WITA

Dua Nelayan Tanjab Barat Hilang Saat Melaut Ditemukan Selamat oleh Tim SAR

Senin, 28 September 2026 - 14:59 WITA

Nelayan Kuala Tungkal Ditemukan Selamat di Sungai Hujan Indragiri Hilir

Jumat, 25 September 2026 - 11:53 WITA

Katamso Buka Sekolah Lapang Iklim, Perkuat Ketangguhan Pertanian Tanjab Barat

Jumat, 18 September 2026 - 13:31 WITA

Sekda Hermansyah Apresiasi Inovasi Robotika Arakan Sahur Tanjab Barat Tembus Final Nasional

Berita Terbaru

Tanjung Jabung Barat

PetroChina dan BPBAT Bekali Pokdakan Tanjab Barat Teknik Budidaya Ikan

Jumat, 2 Okt 2026 - 16:39 WITA

Tanjung Jabung Timur

Polres Tanjab Timur Bersama Tim Gabungan Tangani Karhutla di HLG Londerang

Jumat, 2 Okt 2026 - 16:36 WITA