TANJAB BARAT, Newsline.id– Lima kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat mendapat pembekalan teknik budidaya ikan melalui program Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar SKK Migas PetroChina International Jabung Ltd bersama Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam.
Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan tentang budidaya ikan, tetapi juga dirancang untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan usaha perikanan secara mandiri.
Sejumlah komoditas menjadi materi dalam pelatihan, mulai dari ikan nila, patin, lele hingga gurami, termasuk teknik pembenihan dan pembesaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang peserta, Zaharudin, warga Desa Sungai Keruh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru selama mengikuti pelatihan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan yang diadakan PetroChina ini. Banyak ilmu dan pengalaman baru yang kami dapatkan, terutama bagaimana cara budidaya ikan yang baik dan benar,” ujar Zaharudin, Senin (28/9/2026).
Menurut Zaharudin, masyarakat Desa Sungai Keruh sebenarnya telah memiliki ketertarikan untuk mengembangkan usaha budidaya ikan. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan menjadi salah satu kendala dalam pengembangannya.
Karena itu, ia menilai pelatihan tersebut menjadi bagian penting karena masyarakat tidak hanya memperoleh bantuan benih dan sarana, tetapi juga mendapat pengetahuan mengenai cara mengelola usaha budidaya secara tepat.
“Yang paling penting bagi kami bukan hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga mendapatkan ilmu. Dengan ilmu yang diberikan, kami bisa tahu bagaimana cara mengelola ikan, mulai dari pembenihan sampai pembesaran,” katanya.
Ia juga mengapresiasi metode pelatihan yang memadukan penyampaian materi dengan praktik langsung. Menurutnya, pola tersebut membuat peserta lebih mudah memahami teknik yang diberikan dan melihat penerapannya di lapangan.
“Kami sangat antusias karena nanti tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga langsung praktik. Jadi apa yang disampaikan bisa langsung kami lihat dan pelajari,” ungkapnya.
Zaharudin berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di Desa Sungai Keruh untuk meningkatkan produktivitas kelompok pembudidaya.
Selain memenuhi kebutuhan pangan keluarga, hasil budidaya juga dinilai memiliki peluang ekonomi apabila produksi dapat ditingkatkan.
“Kami berharap ke depan bisa lebih mandiri. Hasil budidaya bisa untuk kebutuhan keluarga dan kalau produksinya lebih banyak bisa dijual. Mudah-mudahan ini bisa menjadi usaha yang terus berkembang,” ujarnya.
Ia berharap program serupa dapat dilanjutkan dengan pendampingan secara berkala. Pendampingan dinilai diperlukan agar para pembudidaya memiliki tempat berkonsultasi ketika menghadapi kendala dalam proses produksi.
“Kalau ada pendampingan dan pelatihan secara berkelanjutan, tentu akan sangat membantu kami untuk mengembangkan usaha,” tuturnya.
Tak hanya untuk kelompok peserta, Zaharudin juga berencana membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat lain di desanya.
Ia berharap semakin banyak warga yang memiliki keterampilan budidaya ikan sehingga sektor perikanan dapat berkembang dan memberikan tambahan sumber pendapatan bagi masyarakat.
“Ilmu yang kami dapatkan ini mudah-mudahan tidak berhenti di kami saja. Setelah pulang nanti, kami juga ingin berbagi dengan masyarakat lainnya supaya semakin banyak yang bisa belajar dan ikut mengembangkan budidaya ikan,” pungkasnya.
Melalui program tersebut, peningkatan kapasitas masyarakat diharapkan dapat mendukung pengembangan budidaya ikan di Tanjung Jabung Barat, sekaligus membuka peluang usaha dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga maupun desa.
Editor : M. Abyan A








