ISPU Kuala Tungkal Tembus 463, SMSI Bersama SBH dan Dishub Bagikan Masker kepada Warga

Selasa, 13 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJABBAR, NEWSLINE.ID – Kondisi kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), khususnya Kota Kuala Tungkal, semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan pemantauan pada Senin (12/10/2026), Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dilaporkan mencapai angka 463, yang menunjukkan kondisi kualitas udara pada kategori berbahaya bagi kesehatan.

Merespons situasi tersebut, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Tanjung Jabung Barat berkolaborasi dengan Saka Bhakti Husada (SBH) Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan menggelar aksi sosial pembagian masker kepada masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga sekaligus langkah preventif untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap, terutama bagi masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembagian masker dilakukan di sejumlah titik keramaian di Kota Kuala Tungkal, meliputi Pelabuhan LLASDP, kawasan Water Front City (WFC), Pelabuhan Abbas, Pasar Kwatik, serta Jalan Asia.

ISPU Capai 463, Warga Diminta Waspada

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Sahala Simatupang, mengungkapkan bahwa hasil pemantauan kualitas udara menunjukkan kondisi yang perlu mendapat perhatian serius.

Menurutnya, pengukuran kualitas udara dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari untuk memantau perkembangan kondisi lingkungan di wilayah tersebut.

“Dalam satu hari, kita melakukan pengukuran kualitas udara sebanyak dua kali. Hari ini ISPU terpantau 463, dan ini masuk dalam kategori sangat berbahaya,” ujar Sahala saat turut serta dalam kegiatan pembagian masker, Senin (12/10/2026).

Tingginya angka ISPU tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak pencemaran udara. Paparan asap, terutama dalam durasi panjang, dapat memicu gangguan pernapasan dan memperburuk kondisi kesehatan kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

SMSI Turun Langsung Bantu Masyarakat

Ketua SMSI Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Ikmal Mardiansyah, mengatakan bahwa pihaknya merasa terpanggil untuk mengambil langkah nyata di tengah kondisi kabut asap yang semakin mengkhawatirkan.

Ia menegaskan, aksi pembagian masker merupakan wujud kepedulian insan pers terhadap keselamatan masyarakat, sekaligus upaya meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya perlindungan diri dari dampak buruk pencemaran udara.

“Gerakan berbagi masker ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Kegiatan ini juga tidak terlepas dari dukungan Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Barat, sehingga kami bisa bergerak bersama untuk membantu masyarakat,” tutur Ikmal.

Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat diperlukan untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi kabut asap yang berkepanjangan. Kolaborasi antara organisasi media, sektor kesehatan, dan Dinas Perhubungan diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi sekaligus memberikan manfaat langsung kepada warga.

Masyarakat Diimbau Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

Melalui kegiatan tersebut, SMSI Tanjung Jabung Barat berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan di tengah memburuknya kualitas udara.

Penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan ketika harus beraktivitas di luar rumah. Namun, masyarakat juga diimbau untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan, menutup pintu dan jendela saat asap pekat, serta mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan imbauan kesehatan dari instansi berwenang.

Apabila memungkinkan, kelompok rentan sebaiknya menghindari paparan asap secara langsung. Jika mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang memburuk, masyarakat dianjurkan segera mencari pertolongan medis.

Aksi sosial SMSI bersama SBH Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa penanganan dampak kabut asap membutuhkan kepedulian bersama, baik melalui langkah perlindungan diri maupun upaya pengendalian sumber pencemaran.

Di tengah kondisi udara yang mengkhawatirkan, keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.

Editor : M. Abyan A

Berita Terkait

PetroChina dan BPBAT Bekali Pokdakan Tanjab Barat Teknik Budidaya Ikan
Dua Nelayan Tanjab Barat Hilang Saat Melaut Ditemukan Selamat oleh Tim SAR
Nelayan Kuala Tungkal Ditemukan Selamat di Sungai Hujan Indragiri Hilir
Katamso Buka Sekolah Lapang Iklim, Perkuat Ketangguhan Pertanian Tanjab Barat
Sekda Hermansyah Apresiasi Inovasi Robotika Arakan Sahur Tanjab Barat Tembus Final Nasional
Katamso Dorong Pembahasan APBD 2027 Tanjab Barat Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat
Dari Daun Jadi Produk Bernilai, PetroChina Dorong Perajin Batik Tanjab Barat Naik Kelas
SKK Migas-PetroChina Bina Kelompok Tani Mandiri di Tanjab Barat Lewat Program Perikanan dan Peternakan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:29 WITA

ISPU Kuala Tungkal Tembus 463, SMSI Bersama SBH dan Dishub Bagikan Masker kepada Warga

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:39 WITA

PetroChina dan BPBAT Bekali Pokdakan Tanjab Barat Teknik Budidaya Ikan

Rabu, 30 September 2026 - 17:25 WITA

Dua Nelayan Tanjab Barat Hilang Saat Melaut Ditemukan Selamat oleh Tim SAR

Senin, 28 September 2026 - 14:59 WITA

Nelayan Kuala Tungkal Ditemukan Selamat di Sungai Hujan Indragiri Hilir

Jumat, 25 September 2026 - 11:53 WITA

Katamso Buka Sekolah Lapang Iklim, Perkuat Ketangguhan Pertanian Tanjab Barat

Berita Terbaru