Katamso Buka Sekolah Lapang Iklim, Perkuat Ketangguhan Pertanian Tanjab Barat

Jumat, 25 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJAB BARAT, Newsline.id — Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso SA., S.E., M.E., membuka Sekolah Lapang Iklim (SLI) Provinsi Jambi Tahun 2026 di Ruang Pola Utama Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat, Kamis (24/9/2026).

Mengusung tema “Tanggap Iklim untuk Perkebunan Ramah Lingkungan dan Tangguh Menghadapi Musim Kemarau”, kegiatan tersebut diikuti 50 peserta yang terdiri dari pekebun, petani, dan penyuluh lapangan.

Katamso mengatakan, pelaksanaan SLI menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman pelaku sektor pertanian dan perkebunan terhadap dinamika cuaca dan perubahan iklim.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengapresiasi BMKG Pusat dan Stasiun Klimatologi Jambi yang memilih Tanjung Jabung Barat sebagai lokasi pelaksanaan SLI 2026.

Menurutnya, sektor pertanian dan perkebunan memiliki posisi strategis dalam perekonomian daerah. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Tanjung Jabung Barat tercatat 5,28 persen, sementara kontribusi daerah terhadap PDRB Provinsi Jambi mencapai 17,88 persen.

Dari sektor pertanian, subsektor perkebunan menjadi salah satu penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat.

“Karena itu, sektor pertanian dan perkebunan harus terus kita kembangkan agar semakin produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Katamso.

Ia menegaskan, informasi cuaca dan iklim dari BMKG perlu dimanfaatkan sebagai dasar dalam menentukan waktu dan langkah yang tepat dalam kegiatan pertanian maupun perkebunan.

Menurutnya, perubahan iklim membuat pola musim semakin sulit diprediksi sehingga petani tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman atau kebiasaan musim sebelumnya.

“Informasi dari BMKG harus menjadi dasar dalam mengambil langkah, termasuk menentukan waktu pelaksanaan kegiatan pertanian dan perbaikan saluran,” katanya.

Katamso juga mengaitkan pemanfaatan informasi iklim dengan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia berharap kondisi titik panas atau hotspot yang saat ini cenderung menurun dapat terus terkendali memasuki musim hujan.

Di sisi lain, kekeringan masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Dari sekitar 7.600 hektare lahan sawah di Tanjung Jabung Barat, sekitar 92 hektare di antaranya terdampak kekeringan yang berpotensi memengaruhi produksi padi serta pencapaian target pangan.

“Harapan saya, para peserta dapat menyerap seluruh materi yang diberikan dan meneruskannya kepada petani serta masyarakat di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Katamso berharap SLI tidak berhenti pada pembelajaran teori, tetapi mampu menghasilkan penerapan nyata di lapangan. Dengan demikian, sektor pertanian dan perkebunan di Tanjung Jabung Barat dapat semakin adaptif terhadap perubahan iklim dan tetap menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Jambi, Darmadi, S.T., selaku Ketua Panitia, menjelaskan bahwa SLI bertujuan meningkatkan literasi iklim dan kemampuan teknis pekebun dalam memanfaatkan informasi cuaca dan iklim BMKG.

“Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menggunakan informasi iklim dalam menentukan langkah pengelolaan lahan, terutama pada musim kemarau, termasuk mencegah pembukaan dan pengelolaan lahan dengan cara membakar,” jelas Darmadi.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi risiko perubahan iklim dan karhutla. Sejumlah instansi yang terlibat antara lain Dinas Perkebunan dan Peternakan, BPBD, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, TNI/Polri, Basarnas, Manggala Agni, serta sektor swasta.

Dalam kegiatan tersebut, Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG Pusat, Dr. Marjuki, M.Si., hadir secara daring melalui Zoom dan penyampaiannya diwakili Koordinator Bidang Iklim Terapan, Siswanto.

Siswanto menyampaikan bahwa perubahan iklim perlu direspons melalui peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus pemanfaatan informasi iklim secara nyata dalam pengelolaan sektor pertanian dan perkebunan.

Berdasarkan prediksi BMKG, fenomena El Niño masih berpotensi berlangsung hingga awal 2027. Namun, sejumlah wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan pada Oktober–November.

Untuk wilayah Jambi, khususnya Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur, awal musim hujan diprediksi sekitar 3 Oktober 2026.

“Informasi iklim perlu dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan pertanian dan perkebunan, pemantauan risiko, serta pencegahan karhutla. Sekolah Lapang Iklim diharapkan menghasilkan langkah nyata di lapangan, bukan hanya sebatas pembelajaran,” kata Siswanto.

BMKG juga mendorong penerapan pertanian adaptif terhadap iklim dan pengelolaan lahan yang ramah lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan, menjaga lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat Ir. H. Firdaus Khatab, M.M., Kepala Stasiun Klimatologi Jambi Darmadi, S.T., unsur TNI/Polri, para pejabat pimpinan tinggi pratama, peserta SLI, serta sejumlah undangan lainnya.

Editor : M. Abyan A

Berita Terkait

Nelayan Kuala Tungkal Ditemukan Selamat di Sungai Hujan Indragiri Hilir
Sekda Hermansyah Apresiasi Inovasi Robotika Arakan Sahur Tanjab Barat Tembus Final Nasional
Katamso Dorong Pembahasan APBD 2027 Tanjab Barat Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat
Dari Daun Jadi Produk Bernilai, PetroChina Dorong Perajin Batik Tanjab Barat Naik Kelas
SKK Migas-PetroChina Bina Kelompok Tani Mandiri di Tanjab Barat Lewat Program Perikanan dan Peternakan
Anwar Sadat Ikuti Rakor Karhutla, Pemkab Tanjab Barat Perkuat Sinergi dengan Perusahaan
Gambut Londerang Terbakar 86 Hektare, Al Haris dan Pangdam TIB Turun Langsung Padamkan Karhutla
Rakor Karhutla Tanjab Barat, Wakapolda Jambi Perkuat Sinergi dan Kesiapsiagaan Lintas Sektor
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:59 WITA

Nelayan Kuala Tungkal Ditemukan Selamat di Sungai Hujan Indragiri Hilir

Jumat, 25 September 2026 - 11:53 WITA

Katamso Buka Sekolah Lapang Iklim, Perkuat Ketangguhan Pertanian Tanjab Barat

Jumat, 18 September 2026 - 13:31 WITA

Sekda Hermansyah Apresiasi Inovasi Robotika Arakan Sahur Tanjab Barat Tembus Final Nasional

Jumat, 18 September 2026 - 13:27 WITA

Katamso Dorong Pembahasan APBD 2027 Tanjab Barat Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat

Jumat, 11 September 2026 - 15:44 WITA

Dari Daun Jadi Produk Bernilai, PetroChina Dorong Perajin Batik Tanjab Barat Naik Kelas

Berita Terbaru

Tanjung Jabung Barat

Nelayan Kuala Tungkal Ditemukan Selamat di Sungai Hujan Indragiri Hilir

Senin, 28 Sep 2026 - 14:59 WITA