TANJAB BARAT, Newsline.id – SKK Migas bersama PetroChina International Jabung Ltd terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Salah satunya dilakukan melalui pengembangan sektor perikanan dan peternakan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) 2026, PetroChina menyalurkan berbagai bantuan kepada kelompok tani dan kelompok pembudidaya ikan di Kecamatan Betara dan Kecamatan Tebing Tinggi.
Program tersebut menyasar masyarakat di tiga desa, yakni Desa Pematang Lumut dan Desa Pematang Buluh, Kecamatan Betara, serta Desa Sungai Keruh, Kecamatan Tebing Tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peluncuran program sekaligus penyerahan bantuan ditandai dengan kegiatan penebaran benih ikan dan peresmian PPM bidang perikanan dan peternakan di lokasi budidaya Pokdakan Desa Pematang Lumut, Kecamatan Betara, Senin (7/9/2026).
Adapun bantuan yang diberikan meliputi pengembangan peternakan sapi di Desa Sungai Keruh serta pengembangan budidaya perikanan air tawar di Desa Pematang Lumut dan Desa Pematang Buluh.
Di Desa Sungai Keruh, PetroChina membantu pengadaan delapan ekor sapi yang terdiri dari tujuh ekor sapi betina dan satu ekor jantan. Program tersebut juga mencakup alih fungsi dan rehabilitasi kandang terpadu bersama Kelompok Tani Sido Mulyo.
Sementara di Desa Pematang Lumut, program diarahkan untuk meningkatkan kapasitas tiga kelompok pembudidaya ikan atau Pokdakan, yakni Pokdakan Karya Bakti dengan komoditas ikan gurami, serta Pokdakan Bina Lestari dan Pokdakan Sinar Betara 2 yang mengembangkan ikan patin dan lele.
Selain penyediaan sarana budidaya, penerima manfaat juga mendapatkan pelatihan dan pendampingan teknis dari Balai Perikanan dan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam.
Program serupa dilaksanakan di Desa Pematang Buluh dengan menyasar Pokdakan Pematang Lindung dan Pokdakan Papadaan. Bantuan mencakup fasilitas kolam atau bak, sarana produksi, serta peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan pendampingan teknis.
Mewakili manajemen PetroChina International Jabung Ltd, Government & Relations Superintendent Lasno mengatakan, program PPM tidak hanya dimaknai sebagai bentuk kepedulian perusahaan melalui CSR, tetapi juga sebagai investasi sosial jangka panjang.
Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Prinsip utama PPM yang kami jalankan senantiasa bertumpu pada tiga pilar, yaitu pemberdayaan berbasis potensi lokal, alih teknologi dan peningkatan kapasitas, serta sinergi kemitraan multipihak,” ujar Lasno.
Ia menyebut Kabupaten Tanjung Jabung Barat memiliki potensi besar di sektor perikanan darat dan peternakan. Potensi tersebut dinilai perlu dikembangkan agar dapat menjadi sumber pendapatan yang produktif dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Fokus PetroChina adalah mentransformasi potensi tersebut menjadi sumber pendapatan yang produktif, inklusif, dan mandiri bagi kelompok-kelompok masyarakat di Desa Pematang Lumut, Pematang Buluh dan Sungai Keruh,” katanya.
Lasno menegaskan, bantuan fisik yang diberikan perusahaan hanyalah langkah awal. Menurutnya, keberhasilan program sangat ditentukan oleh proses pembelajaran, pendampingan teknis secara berkelanjutan, serta keseriusan kelompok penerima manfaat dalam mengembangkan usaha.
“Bantuan secara fisik hanya pemicu awal. Substansi inti dari program ini terletak pada pembelajaran dan pendampingan teknis berkelanjutan, salah satunya melalui kolaborasi bersama lembaga ahli seperti BPBAT Sungai Gelam dan Universitas Jambi,” jelasnya.
Ia berharap para pembudidaya ikan dan peternak tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki pengetahuan, keterampilan, dan daya saing untuk mengelola usaha secara mandiri.
Kepala BPBAT Sungai Gelam Muaro Jambi, Nur Muflich Juniyanto, mengapresiasi kolaborasi antara PetroChina, pemerintah, dan masyarakat tersebut.
BPBAT Sungai Gelam, kata dia, siap memberikan dukungan teknis agar program dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi penerima bantuan.
“Kegiatan ini merupakan kolaborasi yang luar biasa dan kami pun akan mengeluarkan seluruh kemampuan kami sebagai bentuk dukungan secara teknis agar kegiatan ini bisa berhasil,” ujarnya.
Ia menilai pengembangan budidaya ikan juga dapat mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Apresiasi juga disampaikan Dinas Perikanan Tanjung Jabung Barat. Perwakilan Dinas Perikanan, Jumiati, berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan terus dikembangkan oleh masyarakat.
Menurutnya, pengembangan perikanan sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan, khususnya pemenuhan sumber protein bagi masyarakat.
Dari sektor peternakan, perwakilan Dinas Perkebunan dan Peternakan Tanjung Jabung Barat, Reymond, mengapresiasi konsistensi PetroChina dalam mendukung pengembangan peternakan di daerah.
“Kami mengapresiasi PetroChina International Jabung Ltd. Ini merupakan bentuk kerja nyata dalam meningkatkan produksi di bidang peternakan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kami berharap ternak-ternak sapi yang dibantu oleh PetroChina bisa terus berkembang dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Camat Betara Nasrun menyampaikan terima kasih atas dukungan PetroChina kepada kelompok masyarakat di wilayahnya.
Ia berharap program tersebut dapat meningkatkan produktivitas kelompok tani, sekaligus mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri dan mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Salah seorang penerima manfaat, Arbain (40), juga mengapresiasi bantuan yang diterima untuk pengembangan budidaya ikan.
“Alhamdulillah, terima kasih SKK Migas-PetroChina International Jabung Ltd yang telah membantu budidaya ikan nila dan lele melalui bantuan benih ikan. Semoga dengan adanya bantuan ini bisa memberikan dampak ekonomi untuk masyarakat luas,” ujarnya.
Program PPM 2026 tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi antara perusahaan, pemerintah, lembaga teknis, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal. Melalui penguatan kapasitas dan pendampingan berkelanjutan, program diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi mampu melahirkan kelompok usaha masyarakat yang produktif dan mandiri.
(Red)
Editor : M. Abyan A








