Kemnaker Targetkan 70 Persen Lulusan Vokasi Terserap Dunia Kerja

Minggu, 11 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, NEWSLINE.ID — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mendorong transformasi pelatihan vokasi nasional agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Melalui transformasi tersebut, Kemnaker menargetkan tingkat kebekerjaan lulusan pelatihan vokasi secara nasional mencapai 70 persen.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) harus dikembangkan menjadi pusat pelatihan dengan standar tinggi, budaya belajar yang kuat, serta memiliki jaringan alumni yang terintegrasi.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, keberadaan BPVP tidak hanya ditujukan untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat, tetapi juga harus mampu memastikan kompetensi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

“Kita harus mengejar bagaimana balai-balai pelatihan ini bisa memberikan kemanfaatan yang seluas-luasnya bagi masyarakat. Melalui transformasi pelatihan vokasi nasional, kita memperluas akses dan meningkatkan kualitas agar mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan saat ini,” ujar Yassierli saat memberikan arahan dalam kunjungan kerja di BPVP Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (9/10/2026).

Tracer Study Maksimal Dua Bulan

Untuk memastikan efektivitas pelatihan, Kemnaker akan memperkuat sistem pemantauan terhadap lulusan melalui tracer study.

Pelacakan tersebut ditargetkan dilakukan paling lambat dua bulan setelah peserta menyelesaikan pelatihan. Data yang diperoleh akan digunakan untuk mengetahui rekam jejak alumni, termasuk perkembangan mereka dalam memasuki pasar kerja.

Langkah ini dinilai penting untuk mengukur sejauh mana pelatihan yang diberikan mampu menghasilkan tenaga kerja yang benar-benar terserap oleh dunia usaha dan industri.

Pelatihan Berbasis Kebutuhan Industri

Kemnaker juga mendorong penerapan model pelatihan berbasis Demand Driven, yakni penyelenggaraan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan nyata industri.

Dalam skema tersebut, BPVP akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari dunia industri, pemerintah daerah, kawasan industri hingga badan usaha milik negara (BUMN).

Dengan pendekatan tersebut, peserta diharapkan memperoleh keterampilan yang lebih relevan dengan kebutuhan lapangan kerja sehingga peluang untuk bekerja setelah menyelesaikan pelatihan semakin besar.

BPVP Tak Hanya Fokus pada Pelatihan

Transformasi BPVP juga diarahkan untuk memperluas jenis layanan yang diberikan kepada masyarakat dan dunia industri.

Sejumlah program yang akan dikembangkan antara lain pelatihan bagi penyandang disabilitas, Labor Productivity Clinics bagi industri menengah, serta Talent & Innovation Hub sebagai pusat pengembangan inovasi dan talenta.

Yassierli menegaskan, ke depan setiap balai diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelatihan vokasi, tetapi juga memiliki ekosistem yang mendukung produktivitas, inovasi, serta penempatan tenaga kerja.

“Jadi tidak hanya vokasi, di setiap balai nantinya akan ada Talent Innovation Hub, lengkap dengan pengantar kerja bagi disabilitas dan klinik produktivitas,” kata Yassierli.

Melalui transformasi tersebut, Kemnaker berharap BPVP mampu menjadi penghubung yang lebih kuat antara pencari kerja, lembaga pelatihan dan kebutuhan industri, sekaligus meningkatkan kualitas serta daya saing tenaga kerja Indonesia.

Editor : M. Abyan A

Berita Terkait

Menaker Ungkap 10 Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Pekerja Wajib Tahu
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disebut Jadi Fondasi Era Baru Hukum Ketenagakerjaan
Baru Dilantik, Kapolri Suyudi Mutasi 88 Perwira: 19 Kapolda Berganti, Kapolda Jambi Ikut Dirotasi
OJK Luncurkan RP3I 2026–2030, Perbankan Didorong Makin Tangguh dan Jadi Penggerak Ekonomi
BPJS Kesehatan Kucurkan Rp100 Triliun untuk Biaya Pengobatan Penyakit Jantung
66 Tahun Peringatan UUPA, Kementerian ATR/BPN Akselerasi Sejumlah Program Strategis di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang
Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur, Bawa Baterai 6.000 mAh dan Dukungan Update 6 Tahun
KRIYANUSA 2026 Jadi Momentum, Sri Kartini Alfin Dorong Kerajinan Sungai Penuh Tembus Pasar Nasional
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:49 WITA

Kemnaker Targetkan 70 Persen Lulusan Vokasi Terserap Dunia Kerja

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:47 WITA

Menaker Ungkap 10 Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Pekerja Wajib Tahu

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:09 WITA

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disebut Jadi Fondasi Era Baru Hukum Ketenagakerjaan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:45 WITA

Baru Dilantik, Kapolri Suyudi Mutasi 88 Perwira: 19 Kapolda Berganti, Kapolda Jambi Ikut Dirotasi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:32 WITA

OJK Luncurkan RP3I 2026–2030, Perbankan Didorong Makin Tangguh dan Jadi Penggerak Ekonomi

Berita Terbaru