AI dan Robot Kian Canggih, Menaker Beberkan 5 Kunci Sukses Anak Muda di Dunia Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukabumi, Newsline.id – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), teknologi robotika, serta berbagai platform digital terus mengubah kebutuhan keterampilan di dunia kerja. Menghadapi perubahan tersebut, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memperkenalkan lima bekal utama bagi generasi muda melalui formula 5T, yaitu Think, Tech, Talk, Team, dan Trust.

Hal itu disampaikan Yassierli saat membuka acara Grand Opening Albacadabra di SMA Pesantren Unggul Al Bayan, Sukabumi, Senin (12/10/2026).

Menurut Yassierli, generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi sumber daya manusia unggul. Namun, potensi tersebut perlu didukung kemampuan berpikir kritis, penguasaan teknologi, komunikasi, kerja sama, serta integritas.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Banyak pemuda yang berkualitas dan kompeten baru akan menjadi kekuatan bangsa. Untuk menjadi generasi unggul di Indonesia ke depan, saya merangkumnya menjadi lima bekal penting, yaitu Think, Tech, Talk, Team, dan Trust,” ujar Yassierli.

Lima Kunci Sukses Menghadapi Dunia Kerja

Menaker menjelaskan, formula 5T mencakup lima aspek penting yang perlu dikembangkan generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.

1. Think: Berpikir Kritis dan Rasa Ingin Tahu

Kemampuan Think menekankan pentingnya berpikir kritis, menjaga rasa ingin tahu, serta berani mengajukan pertanyaan. Keterampilan ini membantu generasi muda menganalisis persoalan, memahami informasi, dan menemukan solusi secara tepat.

2. Tech: Menguasai Teknologi dan AI

Aspek Tech berkaitan dengan pemahaman terhadap perkembangan teknologi, pengolahan data, dan kecerdasan buatan. Penguasaan teknologi tidak hanya dibutuhkan oleh mereka yang menekuni bidang sains, tetapi juga berbagai disiplin ilmu lainnya.

Yassierli mengingatkan bahwa AI sebaiknya dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan kemampuan manusia, bukan digunakan tanpa pertimbangan.

Menurutnya, keberhasilan di masa depan akan ditentukan oleh kemampuan seseorang dalam memanfaatkan teknologi sekaligus menjaga empati, kebijaksanaan, dan tanggung jawab.

“AI gunakan sebaik-baiknya, dia akan menjadi mitra kita untuk mengolah dan mencari data. Dia tidak akan pernah bisa menggantikan manusia, dan orang-orang yang sukses adalah orang yang mampu berkolaborasi dengan AI, tetapi tetap harus diimbangi dengan empati, kebijaksanaan, dan tanggung jawab dalam penggunaannya,” tegasnya.

3. Talk: Membangun Kemampuan Komunikasi

Kemampuan Talk menitikberatkan pada keterampilan berkomunikasi secara efektif. Generasi muda diharapkan mampu mendengarkan dengan baik, menyampaikan ide secara jelas, serta mengembangkan kemampuan berbahasa asing.

Keterampilan komunikasi dinilai penting untuk mendukung interaksi profesional, menyampaikan gagasan, dan membangun hubungan kerja yang produktif.

4. Team: Kolaborasi dan Adaptasi

Melalui aspek Team, generasi muda didorong untuk mampu bekerja sama, menghargai perbedaan, dan beradaptasi dalam lingkungan kerja.

Kemampuan berkolaborasi menjadi semakin penting karena berbagai pekerjaan membutuhkan kontribusi banyak pihak untuk mencapai tujuan bersama.

5. Trust: Integritas dan Tanggung Jawab

Aspek terakhir, Trust, menekankan pentingnya kejujuran, tanggung jawab, dan integritas. Menurut Yassierli, keterampilan teknis harus diimbangi karakter yang kuat agar seseorang dapat dipercaya dalam melaksanakan tugas maupun mengambil keputusan.

“Keahlian membuka pintu, integritas membuat orang percaya. Anda harus punya integritas, berani mengatakan tidak kalau itu tidak sesuai dengan hati nurani,” ungkapnya.

Generasi Muda Harus Siap Menghadapi Perubahan

Melalui formula 5T, Yassierli berharap generasi muda Indonesia tidak hanya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, tetapi juga karakter kuat untuk menghadapi tantangan masa depan.

Penguasaan teknologi, kemampuan berkomunikasi, kolaborasi, serta integritas menjadi bekal penting agar generasi muda mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Dengan memadukan kecakapan digital dan nilai-nilai kemanusiaan, generasi muda diharapkan dapat memanfaatkan kemajuan AI dan robotika sebagai peluang untuk berkembang serta meningkatkan daya saing di dunia kerja.

Editor : M. Abyan A

Berita Terkait

24 Desa di Merangin Siap Gelar Pilkades Serentak, Bupati M. Syukur Minta Warga Jaga Persatuan
Pemprov Jambi Siap Dukung Penataan Komponen Pendukung Pertahanan Negara
Tutup Festival Kopi Kerinci 2026, Bupati Monadi Apresiasi Antusias Masyarakat dan Dorong Kopi Lokal Tembus Pasar Lebih Luas
Hadiri Milad ke-26 YASPIDA, Menteri Nusron Dorong Santri Jadi Ulama, Teknokrat hingga Pemimpin Masa Depan
Semangat Kebersamaan dan Solidaritas, Pemkot Sungai Penuh Sembelih 39 Ekor Sapi Qurban Bersama ASN
Heboh Penangkapan Terduga Pelaku Penikaman di Rantau Rasau, Warga Padati Mapolsek
Cara Urus Sertipikat Tanah Mandiri, Ini Syarat dan Tahapan yang Harus Dipenuhi
Bupati Kerinci Monadi Menghadiri Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Ke-80 Kemenag, Sekaligus Bertindak Sebagai Inspektur Upacara
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:45 WITA

AI dan Robot Kian Canggih, Menaker Beberkan 5 Kunci Sukses Anak Muda di Dunia Kerja

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WITA

24 Desa di Merangin Siap Gelar Pilkades Serentak, Bupati M. Syukur Minta Warga Jaga Persatuan

Sabtu, 26 September 2026 - 20:12 WITA

Pemprov Jambi Siap Dukung Penataan Komponen Pendukung Pertahanan Negara

Minggu, 20 September 2026 - 10:31 WITA

Tutup Festival Kopi Kerinci 2026, Bupati Monadi Apresiasi Antusias Masyarakat dan Dorong Kopi Lokal Tembus Pasar Lebih Luas

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:06 WITA

Hadiri Milad ke-26 YASPIDA, Menteri Nusron Dorong Santri Jadi Ulama, Teknokrat hingga Pemimpin Masa Depan

Berita Terbaru