PLTA PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) Klarifikasi Isu dan Bantah Tudingan Danau Kerinci Mengering

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sungai Penuh, Newsline.id – Isu mengeringnya air Danau Kerinci yang diduga akibat operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) belakangan menjadi perhatian serius di tengah masyarakat.

Menanggapi keresahan tersebut, manajemen PT KMH akhirnya angkat bicara.

Klarifikasi disampaikan dalam forum Coffee Morning bersama awak media dan LSM se-Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh yang digelar di Aula Hotel Mahkota, Kamis (5/2/2026).

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Manager PT Kerinci Merangin Hidro, Aslori, menjelaskan bahwa kebutuhan air PLTA secara keseluruhan mencapai sekitar 100 meter kubik per detik. Namun, ia menegaskan bahwa sumber air pembangkit tidak semata-mata bergantung pada Danau Kerinci.

“PLTA tidak hanya mengandalkan air Danau Kerinci. Justru sebagian besar pasokan berasal dari Sungai Batang Merangin dan anak-anak sungai lainnya. Jika hanya mengandalkan danau, maka dalam waktu singkat air Danau Kerinci berpotensi kering,” ujar Aslori.

Ia mengungkapkan, porsi pemanfaatan air Danau Kerinci hanya sekitar 40 persen untuk menggerakkan tiga unit turbin, sedangkan 60 persen lainnya berasal dari sungai-sungai di sekitar wilayah operasional PLTA, termasuk Sungai Batang Merangin.

Terkait surutnya air danau, Aslori menegaskan bahwa hal tersebut tidak disebabkan oleh aktivitas PLTA Merangin. Menurutnya, faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah perubahan iklim serta kebijakan modifikasi cuaca.

Ia menjelaskan, modifikasi cuaca yang dilakukan oleh BMKG bertujuan menekan potensi hujan ekstrem di wilayah Sumatera yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana. Dampaknya, meskipun Januari secara klimatologis masih termasuk periode basah, curah hujan di daerah tangkapan air Danau Kerinci justru relatif rendah.

Aslori juga memaparkan hasil pemantauan elevasi dan debit air Danau Kerinci sejak awal Januari 2026. Data menunjukkan penurunan muka air terjadi secara bertahap dan konsisten, tanpa indikasi penurunan ekstrem atau kondisi tidak wajar.

“Penurunan ini sejalan dengan rendahnya inflow akibat defisit curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan grafik elevasi, inflow, dan outflow, debit air keluar dari danau dijaga tetap stabil dan disesuaikan dengan ketersediaan air masuk,” jelasnya.

Ia menegaskan tidak ada pelepasan air berlebihan atau pola operasi tertentu yang menyebabkan penurunan signifikan. Pengelolaan air, kata dia, dilakukan dengan prinsip kehati-hatian untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Selain itu, penyerapan energi listrik oleh PLN juga tercatat menurun seiring berkurangnya tampungan waduk Bendungan Kerinci. Kondisi tersebut dinilai tidak berkorelasi langsung dengan volume air Danau Kerinci.

Secara keseluruhan, kajian hidrologis internal perusahaan menyimpulkan bahwa penurunan muka air Danau Kerinci merupakan respons alami terhadap variabilitas iklim dan rendahnya curah hujan.

Meski demikian, Aslori menekankan pentingnya pemantauan berkala serta keterlibatan seluruh pihak untuk menjaga kelestarian ekosistem dan keberlanjutan sumber daya air Danau Kerinci ke depan. (Fer)

Berita Terkait

DPRD Sungai Penuh Mulai Bahas KUA-PPAS 2027, Wali Kota Paparkan Arah Kebijakan Anggaran
Pengurus PPNI Sungai Penuh Resmi Dilantik, Wako Alfin Dorong Peningkatan Profesionalisme Perawat
Perkuat Literasi Digital, Diskominfosta Sungai Penuh Siapkan KIM Jadi Garda Informasi dan Promosi Desa
Bamus DPRD Sungai Penuh Susun Peta Agenda Persidangan III, Fokus Bahas APBD 2027 dan HUT RI
Pemkot Sungai Penuh Apresiasi Pengabdian Kepala Balai Besar TNKS, Komitmen Perkuat Kolaborasi Konservasi
Perjuangkan Kepastian Tata Batas Hutan, Wako Alfin Minta Dukungan Pusat untuk Pengembangan Bukit Khayangan
Ketua DPRD Sungai Penuh Hutri Randa Hadiri Pengukuhan Pengurus DWP Sungai Penuh, Tekankan Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan
Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disahkan, Wako Alfin: Sinergi Eksekutif-Legislatif Kunci Kemajuan Sungai Penuh
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:41 WITA

DPRD Sungai Penuh Mulai Bahas KUA-PPAS 2027, Wali Kota Paparkan Arah Kebijakan Anggaran

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:34 WITA

Pengurus PPNI Sungai Penuh Resmi Dilantik, Wako Alfin Dorong Peningkatan Profesionalisme Perawat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:09 WITA

Perkuat Literasi Digital, Diskominfosta Sungai Penuh Siapkan KIM Jadi Garda Informasi dan Promosi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:48 WITA

Bamus DPRD Sungai Penuh Susun Peta Agenda Persidangan III, Fokus Bahas APBD 2027 dan HUT RI

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:30 WITA

Pemkot Sungai Penuh Apresiasi Pengabdian Kepala Balai Besar TNKS, Komitmen Perkuat Kolaborasi Konservasi

Berita Terbaru