Jambi, Newsline.id – Sanggar Bukit Menerang dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur tampil memukau dalam ajang Pusparagam Negeriku yang digelar di Taman Budaya Jambi, Sabtu (1/8/2026). Penampilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan seni dan budaya yang menghadirkan delegasi dari Kabupaten Kerinci, Kabupaten Bungo, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Sementara itu, pada hari berikutnya, Minggu (2/8/2026), panggung budaya akan diisi oleh perwakilan dari Kabupaten Muaro Jambi, Kota Sungai Penuh, dan Kota Jambi.
Pusparagam Negeriku berlangsung pada 31 Juli hingga 4 Agustus 2026 sebagai wadah pelestarian, pengembangan, pembinaan, dan pemanfaatan warisan budaya di Provinsi Jambi. Beragam pertunjukan seni tradisi ditampilkan sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya yang dimiliki setiap daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam penampilannya, Sanggar Bukit Menerang mengangkat tradisi Mandi Safar, salah satu warisan budaya masyarakat Melayu pesisir di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang masih lestari hingga kini.
Tradisi Mandi Safar dilaksanakan setiap bulan Safar, umumnya di kawasan pantai atau tepian sungai. Ritual tersebut menjadi simbol permohonan keselamatan sekaligus doa agar masyarakat dijauhkan dari berbagai musibah dan mara bahaya.
Prosesi ini juga diwarnai dengan doa bersama, zikir, serta nilai-nilai spiritual yang mencerminkan kuatnya perpaduan adat, budaya, dan ajaran agama dalam kehidupan masyarakat Tanjung Jabung Timur. Selain memiliki makna religius, tradisi ini menjadi momentum mempererat kebersamaan, memperkuat rasa syukur, dan menjaga keharmonisan sosial.
Di tengah perkembangan zaman, pelestarian tradisi seperti Mandi Safar menjadi tanggung jawab bersama. Warisan budaya tersebut bukan hanya menjadi identitas masyarakat Tanjung Jabung Timur, tetapi juga menjadi nilai luhur yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari kekayaan budaya Provinsi Jambi.
Editor : Riyanto








