JAMBI, Newsline.id – Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di RT 23, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Sabtu (29/8/2026) siang.
Sebanyak 19 rumah dilaporkan hangus dalam peristiwa tersebut. Kebakaran berdampak terhadap 20 kepala keluarga dengan total 59 jiwa.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi langsung bergerak setelah menerima laporan warga sekitar pukul 13.15 WIB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hanya berselang sekitar 12 menit, personel pemadam yang dipimpin Kepala Damkartan Kota Jambi Mustari Affandi tiba di lokasi. Namun, kondisi kawasan yang padat serta akses jalan menuju titik kebakaran yang sempit menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.
Situasi semakin sulit karena api telah membesar, sementara cuaca panas dan tiupan angin turut mempercepat penyebaran kobaran api.
“Kami menerima laporan dari warga melalui layanan WhatsApp Damkar, telepon maupun Call Center 112 mengenai kebakaran ini,” ujar Mustari Affandi.
Sebanyak 60 personel dan 12 unit armada dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Petugas menghabiskan sekitar 95 ribu liter air dalam proses pemadaman hingga pendinginan.
Proses penanganan berlangsung lebih dari tiga jam. Petugas tidak hanya berupaya memadamkan titik api, tetapi juga melakukan upaya penyekatan agar kobaran tidak merembet lebih luas ke permukiman di sekitarnya.
“Ketika kami sampai, kondisi api sudah membesar. Kami fokus memutus penyebaran api agar tidak meluas,” jelas Mustari.
Akses menuju lokasi menjadi salah satu kendala utama. Selain gang yang sempit, banyaknya warga yang datang untuk melihat kejadian juga membuat mobilisasi armada dan personel membutuhkan kehati-hatian ekstra.
Setelah berjibaku selama berjam-jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api dan melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.
Meski kerugian materi cukup besar, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Baik warga maupun personel Damkartan dilaporkan selamat.
Terkait penyebab kebakaran, hingga kini masih dalam penyelidikan kepolisian dan pihak berwenang.
Mustari menyebut dugaan awal api berasal dari bagian atas salah satu rumah sebelum kemudian merambat cepat ke bangunan lain akibat kondisi permukiman yang sangat rapat.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik pada bangunan, terutama rumah yang jaringan kelistrikannya sudah berusia cukup lama.
“Tidak ada korban jiwa. Dugaan kami api berasal dari bagian atas rumah dan kemudian menyebar ke rumah lainnya karena kondisi kawasan sangat padat. Instalasi listrik yang sudah berusia lama juga perlu mendapat perhatian dan perawatan. Namun, penyebab pastinya masih dalam penyelidikan,” pungkasnya. (Red)
Editor : M. Abyan A








