JAMBI, Newsline.id — Seekor sapi milik warga berhasil diselamatkan setelah terperosok ke dalam sumur di Jalan KH A Majid, RT 17, Kelurahan Buluran Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.
Sapi milik Mustopa tersebut terjebak sejak Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Upaya penyelamatan yang dilakukan pemilik bersama warga hingga dini hari belum membuahkan hasil.
Hingga sekitar pukul 03.00 WIB, sapi masih berada di dalam sumur. Karena keterbatasan peralatan, pemilik akhirnya meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi melalui layanan WhatsApp pada Rabu pagi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Laporan diterima petugas sekitar pukul 07.52 WIB. Regu 3 Pos Jamkose kemudian mengerahkan tujuh personel menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 08.15 WIB.
Setibanya di lokasi, petugas langsung memeriksa kondisi sumur dan posisi sapi sebelum menentukan metode evakuasi. Dengan menggunakan tali karmantel yang dipasang pada bagian tanduk, petugas bersama warga kemudian melakukan proses penarikan secara bertahap.
Sekitar 30 menit berjibaku, sapi akhirnya berhasil dikeluarkan dari dalam sumur dalam kondisi selamat.
Kepala Damkartan Kota Jambi Mustari Affandy mengatakan, evakuasi hewan dalam kondisi darurat merupakan bagian dari pelayanan penyelamatan yang diberikan kepada masyarakat.
Menurutnya, tugas Damkartan tidak sebatas menangani kebakaran. Petugas juga dapat membantu masyarakat dalam berbagai kondisi darurat, termasuk mengevakuasi hewan yang sulit diselamatkan menggunakan peralatan seadanya.
“Ketika masyarakat membutuhkan bantuan dalam kondisi seperti ini, petugas Damkartan siap membantu melakukan evakuasi. Yang paling utama tentu keselamatan warga, petugas dan hewan yang kita selamatkan,” kata Mustari.
Ia menjelaskan, proses evakuasi harus dilakukan secara hati-hati karena kondisi sumur dan posisi sapi berpotensi menimbulkan risiko bagi semua pihak.
Penggunaan peralatan yang sesuai juga diperlukan untuk mencegah hewan mengalami cedera tambahan serta memastikan keselamatan personel dan warga yang membantu.
Mustari mengapresiasi pemilik dan masyarakat sekitar yang telah berupaya melakukan penyelamatan sebelum menghubungi petugas.
Namun, ia mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri ketika menghadapi keadaan darurat yang membutuhkan teknik maupun peralatan khusus.
“Untuk penanganan seperti ini harus dilakukan dengan hati-hati dan terukur. Kita tidak ingin hewan semakin cedera, dan petugas maupun warga yang membantu juga harus tetap aman,” ujarnya.
Seluruh personel yang terlibat dalam evakuasi dilaporkan dalam kondisi aman. Setelah proses penyelamatan selesai, tim Damkartan kembali ke pos sekitar pukul 09.21 WIB.
Mustari menegaskan, setiap pelayanan Damkartan mengedepankan prinsip 5T, yakni terencana, terukur, terarah, terlayani dan tuntas.
“Jadi bukan hanya kebakaran. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan dalam kondisi darurat, kami akan berupaya memberikan pelayanan sesuai kemampuan dan prosedur,” pungkasnya. (Red)
Editor : Ryan








