KERINCI, NEWSLINE.ID — Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026 resmi dibuka di Lapangan Desa Batang Sangir, Kabupaten Kerinci, Jumat (11/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem sekaligus memperluas pasar kopi Kerinci hingga ke tingkat internasional.
Festival dibuka Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jambi Drs. Ariansyah, ME, yang mewakili Gubernur Jambi Al Haris. Sejumlah pemangku kepentingan sektor kopi, pemerintah daerah, pelaku usaha, lembaga pembiayaan hingga calon pembeli dari mancanegara turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Ariansyah mengatakan Kerinci memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu sentra kopi unggulan. Namun, penguatan komoditas tersebut menurutnya tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pengembangan kopi Kerinci ke depan tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Kita perlu membangun ekosistem yang lebih utuh, mulai dari budidaya, peningkatan produktivitas, pascapanen, standardisasi mutu pengolahan, pengemasan, sertifikasi, branding, promosi, hingga perluasan akses pasar di dalam dan luar negeri,” ujarnya.
Menurut Ariansyah, festival menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan kualitas kopi Kerinci sekaligus mempertemukan petani dengan berbagai pihak yang dapat membuka akses pasar dan investasi.
Ia berharap semakin banyak terbentuk kemitraan yang sehat antara pemerintah, petani, koperasi, pelaku usaha, industri pengolahan, lembaga pembiayaan hingga mitra pasar.
“Saya berharap semakin terbuka peluang investasi dan kemitraan yang sehat antara pemerintah, petani, koperasi, pelaku usaha, industri pengolahan, lembaga pembiayaan, serta mitra pasar,” katanya.
Ariansyah juga menegaskan festival tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan promosi. Lebih jauh, Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci diharapkan menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi lokal yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Kita ingin festival ini tidak hanya menjadi ruang promosi kopi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi lokal, penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan generasi muda, serta pengembangan pariwisata berbasis pertanian dan budaya,” pungkasnya.
Kopi Kerinci Tembus Pasar Internasional
Komitmen memperluas pasar kopi Kerinci ke mancanegara turut terlihat dalam rangkaian festival. Sebanyak 7 ton kopi Kerinci dilepas untuk ekspor ke Kanada dengan nilai sekitar Rp1,2 miliar.
Pasar Malaysia juga menjadi tujuan ekspor. Kopi Kerinci dikirim kepada dua pembeli dengan volume masing-masing mencapai total 7 ton dan nilai sekitar Rp1,2 miliar.
Penguatan pasar global semakin diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Alko dan Royal Coffee dari Amerika Serikat.
Melalui kerja sama tersebut, ekspor kopi Kerinci dijadwalkan berlangsung pada Oktober dan November 2026, masing-masing sebanyak satu kontainer. Nilai keseluruhan kerja sama tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp6,5 miliar.
Akses Pembiayaan Petani Diperkuat
Selain membuka pasar, pengembangan kopi Kerinci juga diarahkan pada penguatan kapasitas dan akses pembiayaan petani.
Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) turut mendukung pengembangan usaha agroforestri kopi bagi Kelompok Tani Hutan dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial.
Pada tahap awal, program tersebut akan menyasar 100 petani binaan di Kerinci dan Bengkulu dengan nilai bantuan hingga Rp1,5 miliar.
Tahap berikutnya ditargetkan menjangkau 800 petani, kemudian meningkat menjadi 2.500 petani binaan ALKO. Secara keseluruhan, program tersebut ditargetkan mencapai penyaluran pembiayaan sekitar Rp37,5 miliar hingga 2027.
Rangkaian kegiatan turut dihadiri Direktur Penyaluran Dana BPDLH, jajaran Pemkab Kerinci, Bapak Kopi Indonesia Prof. Surip Mawardi, Ketua Dewan Kopi Indonesia Syafrudin, Ketua Asosiasi Kopi Kerinci, Ketua Dekopi Jambi, Ketua ASKI Jambi, perwakilan Bank Indonesia, BNI, BRI, Root Capital USA, NPMU Forest Program IV, serta sejumlah buyer dan pemerhati kopi dari Amerika Serikat, Prancis, Vietnam, Malaysia dan Spanyol.
Hadirnya berbagai pemangku kepentingan tersebut memperlihatkan semakin luasnya jejaring yang dibangun untuk membawa kopi Kerinci dari sentra produksi menuju pasar yang lebih besar, sekaligus memperkuat posisi kopi Jambi dalam rantai perdagangan kopi nasional dan global.
(Red)
Editor : M. Abyan A








