JAMBI, Newsline.id – Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi terus memperkuat langkah mendorong transformasi ekonomi digital di daerah. Upaya tersebut kembali dikemas melalui Gebyar Ekonomi Digital dan Literasi Jambi atau Gentala Arasi 2026.
Kegiatan yang menjadi salah satu agenda regional high level event BI Provinsi Jambi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 6 September 2026 dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, UMKM hingga masyarakat.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Jambi, Teddy Agus Budiman, mengatakan digitalisasi ekonomi memiliki ruang yang jauh lebih luas dibanding sekadar penggunaan transaksi non tunai di sektor perdagangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, transformasi digital juga dapat diterapkan dalam pengelolaan penerimaan pemerintah daerah hingga pengembangan sektor pariwisata.
“Digitalisasi ekonomi ini sangat luas, tidak hanya di sektor perdagangan. Nanti akan disampaikan semuanya dalam kegiatan Gentala Arasi ini,” ujar Teddy.
Ia menjelaskan, BI berupaya membangun sinergi dengan berbagai pihak agar pemanfaatan teknologi digital tidak berhenti pada perubahan sistem transaksi, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap efisiensi dan tata kelola ekonomi daerah.
Bagi pemerintah daerah, digitalisasi dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus meningkatkan transparansi dalam pengelolaan penerimaan.
Teddy mencontohkan sektor parkir. Melalui sistem pembayaran digital, transaksi dapat tercatat dan penerimaannya dapat langsung masuk ke rekening pemerintah daerah. Kondisi tersebut dinilai mampu memperkecil peluang terjadinya kebocoran pendapatan.
“Buat Pemda misalnya, ini satu pintu untuk meningkatkan PAD. Meminimalisasi misalnya PAD dari sektor parkir. Dengan digitalisasi bisa tap langsung masuk ke rekening Pemda,” katanya.
Konsep serupa juga dapat diterapkan pada sektor pariwisata, salah satunya melalui digitalisasi tiket masuk destinasi wisata. Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, sistem tersebut juga dapat membantu pemerintah dalam memastikan pencatatan penerimaan berlangsung lebih tertib.
Muaro Jambi Jadi Pusat Gentala Arasi
Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, Gentala Arasi 2026 dipusatkan di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi.
Pemilihan kawasan bersejarah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya BI Jambi menggabungkan penguatan ekonomi digital dengan potensi budaya dan pariwisata daerah.
Kawasan Candi Muaro Jambi memiliki nilai sejarah yang kuat dan menjadi salah satu peninggalan penting peradaban masa lampau. Karena itu, BI berharap kegiatan tersebut turut membantu memperkenalkan potensi wisata Jambi kepada masyarakat yang lebih luas.
“Kita ingin ini menjadi makna dan ingin menyukseskan sektor pariwisata,” kata Teddy.
Sementara itu, Deputi BI Jambi bidang Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah, Iman Dwi Kuncoro, menilai Jambi memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan apabila digerakkan melalui kolaborasi.
Menurutnya, Gentala Arasi tidak hanya berbicara mengenai sistem pembayaran digital, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan teknologi dengan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat.
Salah satu agenda yang disiapkan yakni lomba berbasis artificial intelligence (AI). Kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka ruang kreativitas baru bagi masyarakat sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi dalam menghasilkan karya.
“Jambi punya banyak potensi dan aset yang perlu kita gerakkan bersama-sama,” ujar Iman.
Rangkaian Gentala Arasi 2026 juga akan diisi dengan berbagai kegiatan, seperti sosialisasi, talkshow, kegiatan yang melibatkan UMKM dan masyarakat, hingga aksi donor darah.
BI Jambi berharap penyelenggaraan Gentala Arasi dapat memperluas pemahaman masyarakat bahwa digitalisasi merupakan bagian dari perubahan ekosistem ekonomi secara menyeluruh.
Transformasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda Bank Indonesia, tetapi menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, UMKM, masyarakat, serta sektor pariwisata.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi yang semakin luas, digitalisasi diharapkan mampu mendorong ekonomi Jambi menjadi lebih inklusif, efisien, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (*/)
Editor : M. Abyan A








