MUARO JAMBI, Newsline.id – Warisan peradaban dan transformasi digital menjadi dua kekuatan yang dipadukan dalam penyelenggaraan Gebyar Ekonomi Digital dan Literasi Jambi (GENTALA ARASI) Fest 2026.
Kegiatan yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi tersebut menjadi salah satu upaya mendorong inovasi, kesadaran, serta literasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan digital.
GENTALA ARASI Fest 2026 merupakan Regional High Level Event (RHLE) Bank Indonesia Provinsi Jambi dan bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI). Tahun ini menjadi penyelenggaraan keempat sejak pertama kali digelar pada 2023.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rangkaian kegiatan dibuka secara seremonial oleh Gubernur Jambi Al Haris bersama Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno di kawasan pada Jumat (4/9/2026).
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta turut menyampaikan sambutan melalui rekaman video. Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Jambi, pimpinan perbankan, serta sejumlah lembaga terkait.
Dalam sambutannya, Filianingsih mengatakan GENTALA ARASI Fest 2026 menjadi wadah kolaborasi untuk mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan digital serta memperkuat sektor UMKM di Provinsi Jambi.
Menurutnya, digitalisasi sistem pembayaran, khususnya QRIS, dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku UMKM untuk terhubung dengan ekosistem ekonomi digital sekaligus memperluas manfaat ekonomi dari sektor pariwisata.
Konektivitas QRIS antarnegara juga dinilai semakin penting bagi kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi. Kemudahan transaksi bagi wisatawan mancanegara diharapkan dapat membuka akses lebih luas terhadap produk UMKM, kuliner, dan berbagai layanan wisata.
Semangat “Jembatan Dua Peradaban” pun diusung untuk mempertemukan kekayaan budaya Jambi dengan inovasi digital. Perpaduan tersebut diharapkan mampu menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat.
Gubernur Jambi Al Haris memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan GENTALA ARASI Fest 2026.
Ia menilai transformasi digital harus terus diperkuat untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar UMKM, memperkuat pariwisata, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Namun, menurut Al Haris, pengembangan teknologi juga harus diiringi peningkatan literasi masyarakat agar pemanfaatannya berlangsung secara aman, bijak, dan memberikan nilai tambah.
Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno juga menyampaikan apresiasi atas dipilihnya kawasan Muaro Jambi sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan. Menurutnya, event tersebut menjadi momentum untuk mendorong percepatan transformasi digital di daerah.
Hadirkan UMKM hingga Edukasi Digital
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Tedy Arief Budiman mengatakan rangkaian GENTALA ARASI Fest 2026 berlangsung hingga 6 September 2026.
Kegiatan menghadirkan showcasing dari Penyelenggara Sistem Pembayaran (PSP) serta berbagai UMKM yang menawarkan produk wastra dan makanan-minuman.
Sejumlah lembaga terkait, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), turut membuka booth untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat.
Tidak hanya pameran, GENTALA ARASI Fest 2026 juga menghadirkan berbagai talkshow dan kegiatan edukasi pada 3–6 September 2026. Materi yang disampaikan mencakup ekonomi dan keuangan digital hingga perlindungan konsumen, dengan menghadirkan narasumber dari tingkat nasional dan daerah.
Museum Bank Indonesia (MUBI) juga turut memberikan pengalaman edukasi mengenai sejarah numismatika dan Bank Indonesia melalui kegiatan yang dikemas secara interaktif.
Untuk menjangkau masyarakat dari berbagai kelompok usia, panitia menghadirkan sejumlah kompetisi, mulai dari lomba mural, storytelling, hingga tari tradisional yang melibatkan pelajar SD, SMP, dan SMA/SMK serta masyarakat umum dan perbankan.
Kegiatan sosial berupa donor darah juga menjadi bagian dari rangkaian GENTALA ARASI Fest 2026.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, GENTALA ARASI Fest 2026 diharapkan menjadi momentum untuk mengakselerasi implementasi dan literasi ekonomi-keuangan digital di Provinsi Jambi.
Penguatan literasi tersebut diharapkan mampu mempersiapkan masyarakat menghadapi perkembangan era digital sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang semakin inklusif dan berkelanjutan. (Red)
Editor : M. Abyan A








