Hakim Frank Caprio Tutup Usia, Dunia Kehilangan Sosok Hakim Paling Humanis

Kamis, 21 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakefield, newsline.id — Hakim Frank Caprio, sosok yang dikenal luas sebagai hakim berhati lembut lewat acara Caught in Providence, meninggal dunia pada usia 88 tahun. Ia tutup usia pada 20 Agustus 2025 di Wakefield, Rhode Island, setelah berjuang melawan kanker pankreas yang dideritanya sejak 2023.

Kabar duka ini dikonfirmasi melalui akun resmi keluarganya yang menyebutkan bahwa Caprio meninggal dengan tenang. Sebelumnya, ia sempat menjalani pengobatan radiasi terakhir pada Mei 2024, namun kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya berpulang pada bulan Agustus tahun ini.

Frank Caprio dikenal publik dunia berkat gaya persidangannya yang penuh empati dan humor. Dalam acara televisi Caught in Providence, ia kerap memberikan keringanan bagi pelanggar hukum kecil, serta menunjukkan sisi kemanusiaan yang jarang terlihat di ruang sidang. Video-videonya viral di berbagai media sosial, menyentuh hati jutaan penonton di seluruh dunia.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu momen terkenalnya adalah ketika ia membebaskan denda seorang pria tua yang harus mengantar anaknya ke dokter, atau saat ia melibatkan anak-anak kecil untuk membantu mengambil keputusan ringan di persidangan. Sikap humanis ini membuatnya mendapat julukan “hakim paling baik hati sedunia.”

Gubernur Rhode Island, Dan McKee, menyampaikan belasungkawa mendalam dan menyebut Caprio sebagai “harta sejati Rhode Island.” Sebagai bentuk penghormatan, bendera negara bagian dikibarkan setengah tiang untuk mengenang jasa dan keteladanan yang telah ia berikan sepanjang hidupnya.

Bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat dunia, Frank Caprio bukan hanya seorang hakim, melainkan sosok inspiratif yang membuktikan bahwa hukum dapat ditegakkan dengan kasih sayang. Warisannya akan selalu dikenang sebagai simbol keadilan yang berlandaskan empati, mengingatkan bahwa setiap orang berhak diperlakukan dengan rasa hormat dan kemanusiaan. (*****)

Berita Terkait

Hadiah King Salman Award Naik Jadi Rp40 Miliar, Kuota Juara Pertama Ditambah
Bocah 11 Tahun Asal Kota Bima Raih Juara 1 MTQ Internasional Al-Ameed ke-3 di Karbala
Siswa SIC Tunjukkan Semangat Kepemimpinan dan Budaya di 6th Summer Scout Camp 2025 di Port Said
Dampingin Presiden Prabowo, Menteri Bahlil Jajaki Rusia Garap Proyek Migas
Kuota Haji 1447 H Diumumkan 10 Juli 2025
Amirulhaj Kembali ke Tanah Air, Ini Pesan untuk Jemaah
Lancar, PPIH Arab Saudi Safari wukufkan 477 Jemaah Haji Lansia, Risti, dan Disabilitas
Kemenkes RI Upayakan Kepastian Operasional KKHI Makkah untuk Perlindungan Kesehatan Jemaah
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:30 WITA

Hadiah King Salman Award Naik Jadi Rp40 Miliar, Kuota Juara Pertama Ditambah

Senin, 16 Februari 2026 - 19:33 WITA

Bocah 11 Tahun Asal Kota Bima Raih Juara 1 MTQ Internasional Al-Ameed ke-3 di Karbala

Kamis, 21 Agustus 2025 - 21:51 WITA

Hakim Frank Caprio Tutup Usia, Dunia Kehilangan Sosok Hakim Paling Humanis

Rabu, 13 Agustus 2025 - 17:00 WITA

Siswa SIC Tunjukkan Semangat Kepemimpinan dan Budaya di 6th Summer Scout Camp 2025 di Port Said

Sabtu, 21 Juni 2025 - 21:43 WITA

Dampingin Presiden Prabowo, Menteri Bahlil Jajaki Rusia Garap Proyek Migas

Berita Terbaru