Hesti Haris Dorong Perempuan Jambi Perkuat Budaya Menulis di Tengah Gempuran Teknologi

Minggu, 25 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, NEWSLINE.ID – Bunda Literasi Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, S.E., atau yang akrab disapa Hesti Haris, mendorong perempuan di Provinsi Jambi untuk memperkuat budaya menulis di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).

Hal tersebut disampaikannya dalam pelantikan pengurus Wanita Penulis Indonesia (WPI) Jambi yang berlangsung di Auditorium Paduko Berhalo, Rumah Dinas Gubernur Jambi, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan dalam mengembangkan budaya literasi, melestarikan kearifan lokal, serta melahirkan karya tulis yang bermanfaat bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hesti mengapresiasi kehadiran WPI Jambi sebagai wadah bagi perempuan untuk terus berkarya sekaligus menjaga tradisi menulis di tengah kemajuan teknologi.

Menurutnya, perkembangan teknologi, termasuk AI, memang memberikan kemudahan dalam mengakses informasi dan menghasilkan tulisan. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, bernalar, menganalisis, serta menghadirkan sentuhan hati dan jiwa dalam setiap karya.

“Teknologi memang memberikan banyak kemudahan, tetapi ada hal-hal yang tidak bisa begitu saja digantikan, yaitu hati, jiwa, dan rasa dalam sebuah tulisan. Karena itu, kita bersyukur ada Wanita Penulis Indonesia yang terus menggerakkan semangat perempuan untuk menulis dengan penuh rasa,” ujar Hesti.

Ia menegaskan, menulis bukan sekadar menyusun kata-kata, melainkan juga proses mengolah pikiran, memahami persoalan, menyampaikan pengalaman, dan menawarkan gagasan yang memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Hesti pun mengajak pengurus WPI Jambi menjadikan literasi sebagai gerakan berkelanjutan. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam keluarga dan masyarakat, termasuk membangun karakter generasi muda melalui kebiasaan membaca, menulis, dan berpikir kritis.

Sebagai Bunda Literasi Provinsi Jambi, ia menyatakan komitmennya untuk terus menggerakkan dan mendukung para pegiat literasi. Sementara itu, kemampuan teknis, pengalaman, dan keterampilan menulis perlu dikembangkan melalui proses belajar, berkarya, dan berbagi pengetahuan.

Dorong Pelestarian Budaya Lokal melalui Tulisan

Selain memperkuat budaya menulis, Hesti menyoroti pentingnya keterkaitan antara literasi dan kebudayaan. Ia menilai, karya tulis tidak hanya berfungsi menyampaikan pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana untuk merekam nilai-nilai luhur dan menjaga identitas budaya daerah.

Salah satu tradisi yang terus didorong pelestariannya adalah budaya berpantun di Provinsi Jambi. Menurutnya, pantun memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan, menghidupkan suasana, serta menjaga etika dan kesantunan dalam berkomunikasi.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Hesti mengembangkan karya bertema pantun melalui buku berjudul Membuat Pantun dalam 5 Menit. Buku tersebut direncanakan terbit melalui Penerbit Erlangga pada akhir November 2026, sebagaimana disampaikan dalam sambutannya.

Ia berharap, penguatan literasi berbasis budaya dapat mendorong perempuan Jambi menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai intelektual, tetapi juga mencerminkan karakter, kearifan lokal, dan kepribadian bangsa.

WPI Jambi Jadi Ruang Berkarya bagi Perempuan

Sementara itu, Ketua WPI Jambi, Ramayani, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi, khususnya Gubernur Jambi beserta jajaran, atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ramayani menjelaskan, WPI merupakan organisasi yang memberikan ruang bagi perempuan dari berbagai latar belakang untuk mengembangkan kemampuan menulis. Organisasi ini tidak hanya menaungi penulis fiksi dan nonfiksi, tetapi juga penulis lagu, wartawan, serta berbagai profesi lain yang menjadikan tulisan sebagai sarana menyampaikan gagasan dan pengetahuan.

Menurutnya, literasi harus dimaknai secara luas. Literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan menyerap informasi, mengambil keputusan, memahami kehidupan, hingga meningkatkan kesejahteraan.

“Perempuan bukan hanya menjadi penjaga tradisi, tetapi juga harus mampu menjadi penafsir zamannya. Perempuan harus bisa membaca perubahan, mengkritisi keadaan, menawarkan jalan keluar, serta mewariskan pemikiran bagi masa depan melalui tulisan,” ungkap Ramayani.

Ia menambahkan, Provinsi Jambi memiliki kekayaan tradisi pengetahuan dan kebudayaan Melayu, mulai dari pepatah petitih, pantun, seloko, hingga tradisi lisan yang menyimpan nilai-nilai kehidupan.

Kekayaan tersebut, lanjutnya, perlu terus dirawat, ditafsirkan, dan dituliskan kembali agar tetap relevan bagi generasi mendatang.

Ramayani berharap, WPI Jambi dapat menjadi rumah yang terbuka bagi perempuan untuk belajar, bertumbuh, berkarya, dan menyampaikan pemikiran kepada masyarakat luas.

Ia juga mendorong agar karya perempuan Jambi tidak hanya tersimpan dalam catatan atau koleksi pribadi, tetapi dapat diterbitkan, dipublikasikan melalui media, dibicarakan di ruang publik, serta menjadi bagian dari diskusi mengenai pembangunan dan masa depan daerah.

Pelantikan Dirangkai Pesona Literasi WPI

Pelantikan pengurus WPI Jambi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pesona Literasi WPI. Agenda ini diisi dengan lokakarya penulisan kreatif bersama penulis dan pegiat literasi Gol A Gong, yang dikenal sebagai Duta Baca Indonesia.

Selain lokakarya, kegiatan tersebut turut dimeriahkan dengan pameran dan bazar buku, pertunjukan musikalisasi puisi, serta orasi literasi.

Sambutan Gubernur Jambi disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Jambi Bidang Sumber Daya Manusia, dr. Ferry Kusnadi, Sp.OG. Dalam sambutan tersebut, ia menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua dan seluruh pengurus WPI Jambi yang dilantik.

Ia berharap, WPI Jambi mampu menjalankan perannya secara optimal dalam mendorong perkembangan literasi di Provinsi Jambi.

Ferry juga mengingatkan bahwa organisasi sosial membutuhkan semangat pengabdian dan kepedulian bersama. Karena itu, para pengurus diharapkan tidak hanya berorientasi pada manfaat yang diperoleh dari organisasi, tetapi juga memikirkan kontribusi nyata yang dapat diberikan kepada organisasi, pemerintah, dan masyarakat.

Melalui pelantikan dan rangkaian Pesona Literasi WPI ini, diharapkan semakin banyak perempuan Jambi yang tergerak untuk menulis, menghasilkan karya berkualitas, serta berkontribusi dalam pelestarian budaya dan pembangunan daerah melalui literasi.

Editor : M. Abyan A

Berita Terkait

Komisi Informasi Jambi Visitasi Ombudsman, Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026
Tak Sekadar Berbisnis, Ahmad Adril Elfani Ingin Berkontribusi bagi Pembangunan Jambi
Tinjau Pemondokan Kafilah MTQH Merangin, Wabup A. Khafidh Beri Motivasi dan Pastikan Kondisi Peserta
MTQH ke-55 Provinsi Jambi Resmi Dibuka, Al Haris Dorong Lahirnya Juara Nasional
Aliansi Jambi Marah Geruduk Kantor Gubernur, Kapolda Imbau Massa Tak Terprovokasi
Al Haris Tekankan Pembinaan Qori-Qoriah, Targetkan Kafilah Jambi Berprestasi di Level Nasional
Mobil Hias Masjid Baitul Makmur Jadi Sorotan, Kafilah Merangin Tampil Memukau di Pawai Ta’aruf MTQH ke-55
Bank Jambi Raih Tiga Penghargaan Nasional di ICBA 2026, Sabet Dua Gold dan Satu Platinum
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 20:09 WITA

Komisi Informasi Jambi Visitasi Ombudsman, Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026

Rabu, 4 November 2026 - 16:30 WITA

Tak Sekadar Berbisnis, Ahmad Adril Elfani Ingin Berkontribusi bagi Pembangunan Jambi

Senin, 2 November 2026 - 17:29 WITA

Tinjau Pemondokan Kafilah MTQH Merangin, Wabup A. Khafidh Beri Motivasi dan Pastikan Kondisi Peserta

Senin, 2 November 2026 - 09:37 WITA

MTQH ke-55 Provinsi Jambi Resmi Dibuka, Al Haris Dorong Lahirnya Juara Nasional

Minggu, 1 November 2026 - 19:33 WITA

Aliansi Jambi Marah Geruduk Kantor Gubernur, Kapolda Imbau Massa Tak Terprovokasi

Berita Terbaru