MERANGIN, NEWSLINE.ID – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di kawasan Camp 51 PT Jebus Maju, Desa Baru Nalo, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin, Selasa (15/9/2026).
Kebakaran tersebut diperkirakan menghanguskan lahan semak belukar seluas sekitar 5 hektare. Informasi mengenai munculnya api pertama kali diketahui sekitar pukul 14.51 WIB.
Saat itu, petugas patroli perusahaan yang berada di kawasan Camp 51 melihat kepulan asap dari arah lokasi yang berjarak kurang lebih satu kilometer. Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan titik api yang telah membakar vegetasi kering di kawasan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menerima laporan itu, personel Polsek Bangko, Polres Merangin, langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk melakukan pemadaman.
Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan dengan medan terjal dan tidak bisa dijangkau kendaraan pemadam.
Petugas terpaksa menggunakan kendaraan roda dua untuk mendekati lokasi. Kondisi vegetasi berupa semak, serasah dan pancang yang kering, ditambah angin cukup kencang serta minimnya sumber air, turut menyulitkan upaya pemadaman.
Penanganan dilakukan secara bersama-sama oleh personel Polri, karyawan PT Jebus Maju dan satu personel TNI. Tercatat sekitar 40 personel Polri serta lima karyawan perusahaan dikerahkan dalam proses tersebut.
Pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Sebagian besar titik api berhasil dikendalikan, namun petugas masih menemukan sejumlah percikan di lokasi yang sulit dijangkau dengan peralatan manual.
Pemantauan dan penanganan lanjutan kemudian dilakukan untuk memastikan api tidak kembali membesar dan meluas ke kawasan lainnya.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar telah menginstruksikan jajarannya agar penanganan Karhutla dilakukan secara cepat dan terpadu.
“Bapak Kapolda Jambi menegaskan bahwa setiap kejadian Karhutla harus ditangani dengan cepat, baik melalui upaya pemadaman maupun langkah pencegahan agar api tidak meluas,” ujar Erlan.
Menurutnya, koordinasi antara kepolisian, perusahaan, TNI dan unsur terkait terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.
Sementara terkait penyebab kebakaran, polisi masih melakukan penyelidikan. Petugas telah mengumpulkan bahan keterangan dan meminta keterangan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut.
“Untuk penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Petugas juga telah melakukan pulbaket dan meminta keterangan saksi,” katanya.
Polda Jambi juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Terlebih, kondisi vegetasi yang kering dapat membuat api cepat menjalar.
Jajaran Polres Merangin turut memberikan imbauan kepada masyarakat Desa Baru Nalo agar tidak meninggalkan sumber api saat beraktivitas di ladang maupun kebun.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau tanda-tanda kebakaran lahan, sehingga dapat segera dilakukan penanganan dan mencegah kebakaran meluas.
(Red)
Editor : M. Abyan A








