CFD Merangin Berbalut Gebyar Suro, 30 Grup Kuda Lumping Siap Meriahkan Kirab Budaya

Senin, 13 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MERANGIN, NEWSLSINE.ID  – Suasana Car Free Day (CFD) di Kabupaten Merangin pada Minggu (12/7/2026) dipastikan berbeda dari biasanya. Kawasan yang rutin menjadi lokasi olahraga dan rekreasi masyarakat akan berubah menjadi panggung budaya melalui Gebyar Suro yang menghadirkan sekitar 30 grup Jaranan Kuda Lumping dari berbagai kecamatan.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Paguyuban Keluarga Jawa Merangin (PKJM) itu diawali dengan Kirab Budaya Nasional dari depan Kantor Bupati Merangin. Rombongan kemudian melintasi Kantor Dinas PUPR dan Pengadilan sebelum berakhir di kawasan CFD sebagai pusat pertunjukan.

Ketua Panitia, Akhoi, mengatakan masyarakat akan disuguhkan berbagai atraksi budaya yang menarik dan mengajak warga untuk hadir bersama keluarga.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Acara budaya ini bakal seru. Rugi kalau tidak menonton. Ayo ajak seluruh anggota keluarga menikmati pertunjukan budaya bersama,” ujarnya.

Selain penampilan puluhan grup Kuda Lumping, acara juga akan dimeriahkan oleh tiga grup Reog dengan atraksi khasnya, serta dua grup seni tari yang menampilkan beragam tarian tradisional.

Kemeriahan Gebyar Suro semakin lengkap dengan kehadiran dua grup Jaranan Kuda Lumping, Bangun Trisno dan Tri Dharma Manungga, dari Unit 13 dan Unit 14 Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo.

Bupati Merangin, H. M. Syukur, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, festival budaya menjadi wadah penting untuk melestarikan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya yang hidup di tengah masyarakat Merangin.

Ia berharap, ke depan tidak hanya budaya Jawa yang ditampilkan, tetapi juga seni budaya dari berbagai suku yang ada di Kabupaten Merangin sehingga keberagaman budaya daerah semakin dikenal luas.

“Merangin memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Semua budaya dari berbagai suku perlu terus digali dan ditampilkan agar menjadi daya tarik wisata sekaligus mempererat persaudaraan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Merangin, H. A. Khafidh, meluruskan istilah “mabok” yang sempat disampaikan panitia. Menurutnya, istilah tersebut bukan bermakna negatif, melainkan menggambarkan antusiasme masyarakat dalam menikmati pertunjukan seni.

“Yang dimaksud mabok adalah mabok menikmati pertunjukan seni Kuda Lumping. Jadi masyarakat akan dibuat terpukau oleh penampilan para seniman,” ujarnya.

Dengan perpaduan Kirab Budaya Nasional, puluhan grup Kuda Lumping, atraksi Reog, dan pertunjukan tari tradisional, Gebyar Suro di CFD Merangin menjadi salah satu agenda budaya yang diharapkan mampu menghibur masyarakat sekaligus memperkuat pelestarian budaya Nusantara. (*/Rd)

Editor : Ryanto

Berita Terkait

Dua Warga Diduga Terlibat PETI Ditangkap, Kelompok SAD Datangi Polres Merangin Bawa Senjata
Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Bupati M. Syukur Ajak Pemuda Merangin Jaga Persatuan dan Jauhi Narkoba
Wabup A. Khafidh Buka Pelatihan Menjahit 200 Jam, Dorong Masyarakat Merangin Mandiri
BPK Periksa Dana BOSP di Merangin, Pemkab Diminta Transparan dan Kooperatif
Hari Santri 2026, Pemkab Merangin Komitmen Salurkan Hibah Rp100 Juta per Pesantren
Brimob Jambi Salurkan 6.000 Liter Air Bersih untuk Suku Anak Dalam di Merangin
Respons Cepat, Satbrimob Polda Jambi Padamkan Kebakaran Lahan di Merangin
Merangin Juara Pertama Lomba Desa Tingkat Provinsi Jambi 2026, Desa Tanah Abang Harumkan Nama Daerah
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:04 WITA

Dua Warga Diduga Terlibat PETI Ditangkap, Kelompok SAD Datangi Polres Merangin Bawa Senjata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:38 WITA

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Bupati M. Syukur Ajak Pemuda Merangin Jaga Persatuan dan Jauhi Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:26 WITA

Wabup A. Khafidh Buka Pelatihan Menjahit 200 Jam, Dorong Masyarakat Merangin Mandiri

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:21 WITA

BPK Periksa Dana BOSP di Merangin, Pemkab Diminta Transparan dan Kooperatif

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:20 WITA

Hari Santri 2026, Pemkab Merangin Komitmen Salurkan Hibah Rp100 Juta per Pesantren

Berita Terbaru