MERANGIN, NEWSLINE.ID – Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, resmi membuka Festival Kenduri Psko di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pasar Bawah Bangko, Kabupaten Merangin, Sabtu (11/7/2026) malam. Festival budaya yang berlangsung selama dua hari itu menjadi momentum pelestarian tradisi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya, Abdullah Sani mengatakan Kenduri Psko merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan spiritual yang kuat sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki, keselamatan, dan kesejahteraan.
Menurutnya, tradisi tersebut juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat hubungan sosial, serta menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tradisi ini mengandung nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kebersamaan, musyawarah, serta penghormatan kepada adat dan warisan leluhur. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi membangun masyarakat yang berkarakter dan berbudaya,” ujar Abdullah Sani.
Ia menegaskan, penyelenggaraan Festival Kenduri Psko merupakan upaya nyata menjaga keberlangsungan budaya daerah sekaligus menjadi media edukasi bagi generasi muda agar mengenal, mencintai, dan melestarikan adat istiadat yang diwariskan para leluhur.
Pada kesempatan itu, Abdullah Sani juga mengajak generasi muda menjadikan budaya sebagai benteng dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba.
“Anak muda yang memahami adat dan budayanya akan memiliki jati diri yang kuat. Karena itu, lestarikan budaya, rajin berolahraga, dan jadilah generasi yang bebas dari narkoba,” pesannya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Merangin, Zulhifni, menilai Festival Kenduri Psko tidak hanya berperan menjaga tradisi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM, pengrajin, dan pelaku usaha kuliner.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Merangin dan pribadi, saya menyampaikan apresiasi kepada Sanggar Pelita Mudo, panitia, penggiat budaya, serta seluruh masyarakat yang telah menginisiasi Festival Kenduri Psko ini,” katanya.
Dalam rangkaian acara tersebut, Zulhifni juga menyerahkan plakat penghargaan dan buku kepada para pelestari serta pelaku Tari Kadam sebagai bentuk penghormatan terhadap seni budaya yang mulai langka.
Festival Kenduri Psko tahun ini dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan budaya, seperti penampilan Pelita Mudo Ethnic Project, mahakarya bertajuk Rupa Al Kadam, fashion show, permainan rakyat, hingga beragam tarian tradisional yang menghibur masyarakat dan pengunjung. (*/Rd)
Editor : Ryanto








