Pasokan Melimpah, Harga Kelapa di Sungai Penuh Kembali Melemah

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sungai Penuh, Newsline.id – Harga kelapa di Pasar Sungai Penuh mengalami penurunan dalam sepekan terakhir. Saat ini, kelapa dijual seharga Rp9.500 per butir, turun sekitar Rp850 dibandingkan harga sebelumnya.

Seorang pedagang kelapa, Kinoey, menyebut penurunan harga terjadi akibat melimpahnya pasokan kelapa dari sejumlah daerah sentra produksi, di antaranya Dusun Kota Raya Kaban, Balai Selasa, Air Haji, serta Silaut di Kabupaten Pesisir Selatan.

Menurutnya, panen raya yang sedang berlangsung membuat stok kelapa di pasaran meningkat tajam. Kondisi ini menyebabkan harga jual ikut terkoreksi. “Saat panen raya, pasokan bertambah banyak sehingga harga otomatis turun,” kata Kinoey saat ditemui di Pasar Tradisional Sungai Penuh, Minggu (8/2/2026).

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski harga tengah melemah, Kinoey memprediksi kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama. Ia memperkirakan harga kelapa akan kembali merangkak naik menjelang pertengahan Ramadan hingga mendekati Idulfitri, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Selain faktor permintaan, naiknya harga juga dipicu masuknya pedagang dari berbagai daerah, seperti Sumatera Barat dan Mukomuko, Bengkulu, yang ikut memborong kelapa dari Sungai Penuh.

Sementara itu, harga beli di tingkat pengepul saat ini berada pada kisaran Rp7.700 hingga Rp7.800 per butir. Dengan margin sekitar Rp600 per butir, para pedagang mengaku keuntungan yang diperoleh relatif tipis karena harus menutup biaya transportasi dan operasional.

Kinoey menambahkan, harga kelapa sempat menyentuh titik tertinggi hingga Rp14.000 per butir ketika permintaan melonjak tajam. Bahkan, di pasar Pulau Jawa, harga sempat tembus Rp35.000 per butir pada Maret 2025 lalu.

Ke depan, ia memperkirakan harga kelapa berpotensi naik sekitar 15 persen pada pertengahan Februari 2026, dengan kisaran harga Rp10.500 hingga Rp11.000 per butir menjelang Hari Raya Idulfitri. (Fer)

Berita Terkait

DPRD Sungai Penuh Mulai Bahas KUA-PPAS 2027, Wali Kota Paparkan Arah Kebijakan Anggaran
Pengurus PPNI Sungai Penuh Resmi Dilantik, Wako Alfin Dorong Peningkatan Profesionalisme Perawat
Perkuat Literasi Digital, Diskominfosta Sungai Penuh Siapkan KIM Jadi Garda Informasi dan Promosi Desa
Bamus DPRD Sungai Penuh Susun Peta Agenda Persidangan III, Fokus Bahas APBD 2027 dan HUT RI
Pemkot Sungai Penuh Apresiasi Pengabdian Kepala Balai Besar TNKS, Komitmen Perkuat Kolaborasi Konservasi
Perjuangkan Kepastian Tata Batas Hutan, Wako Alfin Minta Dukungan Pusat untuk Pengembangan Bukit Khayangan
Ketua DPRD Sungai Penuh Hutri Randa Hadiri Pengukuhan Pengurus DWP Sungai Penuh, Tekankan Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan
Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disahkan, Wako Alfin: Sinergi Eksekutif-Legislatif Kunci Kemajuan Sungai Penuh
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:41 WITA

DPRD Sungai Penuh Mulai Bahas KUA-PPAS 2027, Wali Kota Paparkan Arah Kebijakan Anggaran

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:34 WITA

Pengurus PPNI Sungai Penuh Resmi Dilantik, Wako Alfin Dorong Peningkatan Profesionalisme Perawat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:09 WITA

Perkuat Literasi Digital, Diskominfosta Sungai Penuh Siapkan KIM Jadi Garda Informasi dan Promosi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:48 WITA

Bamus DPRD Sungai Penuh Susun Peta Agenda Persidangan III, Fokus Bahas APBD 2027 dan HUT RI

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:30 WITA

Pemkot Sungai Penuh Apresiasi Pengabdian Kepala Balai Besar TNKS, Komitmen Perkuat Kolaborasi Konservasi

Berita Terbaru