Kerinci, NewslineJambi.id – DPRD Kabupaten Kerinci menggelar hearing bersama manajemen Bank 9 Jambi untuk membahas gangguan layanan mobile banking yang sempat dikeluhkan nasabah beberapa waktu lalu. Hearing yang berlangsung pada Kamis (26/2/2026) itu dipimpin langsung Ketua DPRD Kerinci Irwandri.
Dalam rapat tersebut, pihak Bank 9 Jambi memaparkan bahwa gangguan layanan terjadi pada 22 Februari 2026 dan menyebabkan sejumlah nasabah tidak dapat mengakses aplikasi mobile banking mereka. Sehari setelah kejadian, bank juga menerima laporan adanya dugaan transaksi pendebetan rekening yang merugikan nasabah.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak bank mengaku telah membuka layanan pengaduan khusus bagi masyarakat terdampak. Proses verifikasi saat ini masih berjalan dan bank memastikan penggantian dana akan dilakukan apabila ditemukan transaksi yang terbukti tidak sah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, manajemen Bank 9 Jambi menyampaikan bahwa investigasi terus dilakukan bersama Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, serta aparat kepolisian melalui audit forensik digital guna menelusuri sumber gangguan dan potensi kerugian yang terjadi.
Ketua DPRD Kerinci Irwandri menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut. Ia meminta pihak bank segera mengambil langkah konkret agar pelayanan kembali normal dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan daerah tetap terjaga.
“Keamanan sistem perbankan harus menjadi perhatian serius. Kami meminta adanya evaluasi menyeluruh, baik dari sisi teknologi maupun pengawasan internal agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Irwandri.
Dalam hearing itu, DPRD juga mempertanyakan dampak gangguan layanan terhadap aktivitas keuangan daerah, terutama menjelang pencairan gaji ASN, TPP, hingga sertifikasi guru pada awal bulan mendatang. Menanggapi hal tersebut, pihak bank memastikan layanan transaksi langsung di kantor cabang masih berjalan normal.
Pihak Bank 9 Jambi menduga gangguan tersebut berkaitan dengan aksi kejahatan siber atau cyber crime dengan pola transaksi yang menyerupai aktivitas normal sehingga cukup sulit terdeteksi sejak awal.
Sebagai langkah perbaikan, bank mengaku tengah memperkuat sistem keamanan digital, melakukan evaluasi internal terhadap pegawai dan prosedur operasional, serta menyiapkan mekanisme pengembalian dana otomatis apabila ditemukan transaksi ilegal yang merugikan nasabah.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Kabupaten Kerinci Jondri Ali turut mengingatkan agar proses pemulihan sistem dipercepat guna menghindari antrean panjang masyarakat di kantor cabang saat pencairan keuangan daerah berlangsung.
DPRD Kabupaten Kerinci berharap seluruh masukan yang disampaikan dalam hearing tersebut dapat segera ditindaklanjuti demi menjaga stabilitas layanan, meningkatkan keamanan sistem, dan mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan daerah. (Fer)
Editor : Periyan








