JAMBI, Newsline.id – Festival Pusparagam Negeriku “Dari Jambi untuk Indonesia” kembali digelar di Taman Budaya Jambi pada 31 Juli hingga 4 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi wadah pelestarian sekaligus pengembangan seni dan budaya daerah melalui beragam agenda yang melibatkan seniman, komunitas budaya, hingga paguyuban etnis dari seluruh Provinsi Jambi.
Berbagai kegiatan disiapkan untuk memeriahkan festival, mulai dari pameran seni rupa, mural, pertunjukan seni tradisional, hingga festival kuliner yang menampilkan kekayaan budaya Jambi.
Pameran seni rupa menjadi salah satu agenda utama dengan melibatkan sekitar 90 perupa dari 11 kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Selain menampilkan karya lukis, pameran juga menghadirkan instalasi seni dan mural yang mengangkat kekayaan budaya lokal melalui pendekatan seni kontemporer.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Puluhan seniman muda turut ambil bagian dalam kegiatan mural. Karya yang dihasilkan mengangkat cerita rakyat dan folklor Jambi sebagai inspirasi, sekaligus menjadi media untuk mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda melalui bahasa visual yang lebih dekat dengan perkembangan zaman.
Festival ini juga menghadirkan Panggung Bersama, ruang ekspresi bagi sanggar seni dan komunitas budaya dari seluruh kabupaten dan kota di Jambi. Beragam pertunjukan tari, musik tradisional, teater, hingga seni pertunjukan lainnya ditampilkan dengan mengangkat Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang telah ditetapkan.
Sebagai inovasi pada penyelenggaraan tahun ini, Pusparagam Negeriku menghadirkan Festival Kuliner Tradisional yang melibatkan 31 paguyuban etnis yang tergabung dalam Forum Keberagaman Provinsi Jambi. Pengunjung dapat menikmati beragam kuliner khas dari berbagai daerah sekaligus merasakan keberagaman budaya yang hidup berdampingan di Jambi.
Melalui penyelenggaraan festival ini, Taman Budaya Jambi ingin memperkuat upaya pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Selain menjadi ajang seni dan budaya, Pusparagam Negeriku juga menjadi momentum peluncuran Gerakan Masyarakat Jambi Bersalawat. Gerakan ini terinspirasi dari kekayaan tradisi religius yang telah lama berkembang di tengah masyarakat, seperti Sike Rebana, Zikir Berdah, Kompangan dengan syair Kitab Barzanji, Dadung, dan berbagai tradisi lainnya yang tersebar di seluruh wilayah Jambi.
Gerakan tersebut diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai religius sekaligus melestarikan budaya lokal melalui seni tradisi, sehingga menjadi bagian dari pembentukan karakter dan identitas masyarakat Jambi, khususnya generasi muda.
Melalui Pusparagam Negeriku, Pemerintah Provinsi Jambi berharap budaya tidak hanya menjadi warisan yang dijaga, tetapi juga menjadi kekuatan dalam mempererat persatuan, mengembangkan ekonomi kreatif, serta meningkatkan daya tarik pariwisata daerah.
Editor : Riyanto








