NEWSLINE.ID, SUNGAI PENUH – Berbagai langkah pembenahan dan inovasi terus dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sungai Penuh dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sepanjang tahun 2026, sejumlah program strategis berhasil direalisasikan, mulai dari penguatan budaya literasi masyarakat, pelestarian naskah kuno, hingga percepatan digitalisasi tata kelola kearsipan pemerintahan.
Di bawah kepemimpinan Nina Pastian, S.Sos., M.Si., dinas tersebut terus mendorong peningkatan kualitas layanan perpustakaan dan pengelolaan arsip sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan sumber daya manusia serta mewujudkan pemerintahan yang tertib administrasi.
Pada sektor perpustakaan, penguatan budaya membaca dilakukan melalui kolaborasi dengan Komunitas Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA). Kerja sama ini diarahkan untuk memperluas jangkauan gerakan literasi agar dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai lapisan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga membangun sinergi dengan Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh melalui program kunjungan rutin siswa SD dan SMP ke perpustakaan daerah. Langkah ini diharapkan mampu menanamkan kebiasaan membaca sekaligus meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap dunia literasi.
Sejumlah kegiatan edukatif turut digelar untuk mendorong kreativitas dan partisipasi masyarakat. Di antaranya Lomba Perpustakaan Desa Terbaik, Lomba Bertutur tingkat SD/MI, Lomba Resensi Buku Koleksi Perpustakaan, serta Lomba Video Konten Literasi.
Peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis Literasi Informasi bagi pustakawan, guru dan pegiat literasi, pembekalan teknik resensi buku, serta sosialisasi dan advokasi akreditasi perpustakaan tahun 2026.
Tidak hanya mengembangkan budaya membaca, upaya pelestarian warisan sejarah daerah juga terus dilakukan. Salah satunya melalui sosialisasi identifikasi, pendaftaran, dan digitalisasi naskah kuno yang dilanjutkan dengan penataan serta pendataan naskah kuno daerah.
Sementara di bidang kearsipan, pembenahan tata kelola administrasi pemerintahan terus diperkuat melalui pembinaan dan pendampingan kepada seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh.
Salah satu program prioritas yang terus didorong adalah optimalisasi aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi). Pemanfaatan aplikasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi pengelolaan arsip secara digital, terintegrasi, dan lebih efektif.
Selain itu, penataan serta pengolahan arsip statis juga terus dilakukan guna menjaga dokumen penting dan menyelamatkan memori kolektif perjalanan sejarah daerah.
Berbagai upaya tersebut turut mengantarkan Pemerintah Kota Sungai Penuh meraih prestasi membanggakan dengan memperoleh Peringkat II Pengawasan Kearsipan Tahun 2025 tingkat Provinsi Jambi.
Penghargaan tersebut diserahkan pada 16 Juli 2026 oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jambi, Tema Wisman, S.Pi., dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sungai Penuh, Nina Pastian, S.Sos., M.Si.
Capaian ini menjadi salah satu bukti atas komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan kearsipan melalui pembinaan, pengawasan, serta penerapan sistem administrasi yang lebih tertib.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sungai Penuh, Nina Pastian, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran dan perangkat daerah yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut.
Menurutnya, keberhasilan meraih peringkat II tingkat Provinsi Jambi merupakan hasil kerja sama dan komitmen seluruh pengelola kearsipan di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh.
“Pencapaian Peringkat II Pengawasan Kearsipan se-Provinsi Jambi ini adalah buah dari kerja keras bersama dan komitmen seluruh pengelola kearsipan di tiap perangkat daerah Kota Sungai Penuh. Kami tidak akan cepat puas dan akan terus mengakselerasi pemanfaatan aplikasi SRIKANDI, memperkuat pembinaan OPD, serta mengoptimalkan penataan arsip statis demi mewujudkan tata kelola kearsipan pemerintah yang modern, tertib, dan akuntabel,” ujar Nina.
Ia menegaskan, capaian tersebut bukan menjadi titik akhir, melainkan motivasi untuk terus melakukan pembenahan dan menghadirkan inovasi dalam pelayanan perpustakaan maupun kearsipan.
Ke depan, penguatan literasi masyarakat, peningkatan kualitas layanan perpustakaan, pelestarian naskah kuno, serta percepatan digitalisasi kearsipan akan terus menjadi perhatian.
Melalui berbagai program tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sungai Penuh berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) yang transparan, efektif, dan akuntabel. (Fer)
Editor : M. Abyan A








