Gubernur Al Haris Apresiasi Kenduri Sko Siulak Mukai sebagai Warisan Budaya

Sabtu, 24 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerinci, Newsline.id – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH memberikan apresiasi kepada masyarakat Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci, atas komitmennya dalam melestarikan nilai-nilai budaya melalui penyelenggaraan Kenduri Sko secara konsisten. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri Kenduri Sko Manggien Depati Niniek Mamak Luhah Depati Intan di Lapangan Bola Kaki Trides Tebing Tinggi, Sabtu (24/01/2026).

Gubernur Al Haris menegaskan bahwa Kenduri Sko merupakan warisan budaya luhur yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Menurutnya, kegiatan adat tersebut menjadi identitas masyarakat serta kekuatan budaya daerah yang patut diperkenalkan hingga tingkat nasional.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pemangku adat, tokoh adat, dan lembaga adat yang konsisten menjaga kearifan lokal. Keteguhan dalam menjalankan adat menjadi benteng moral masyarakat di tengah arus modernisasi,” ujar Al Haris.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyampaikan kebanggaannya karena Kenduri Sko telah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda di Kementerian Kebudayaan. Gubernur berpesan agar aset budaya tersebut terus dijaga serta dikembangkan agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Selain itu, Gubernur Al Haris meminta Bupati Kerinci dan Wali Kota Sungai Penuh untuk menghidupkan kembali rumah adat empat sejenis sebagai simbol persatuan budaya. Ia menegaskan bahwa Kerinci dan Sungai Penuh memiliki kesatuan adat dan tradisi meski berbeda secara administrasi pemerintahan.

Gubernur juga mengajak seluruh pemangku adat menjadikan Kenduri Sko sebagai sarana mempererat silaturahmi dan menjaga persatuan masyarakat. Ia mendorong penguatan restorasi yudisial adat melalui pendekatan keadilan restoratif berbasis musyawarah mufakat.

Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi, S.Sos, M.Si menyampaikan bahwa Kenduri Sko bukan sekadar tradisi, tetapi simbol persatuan dan jati diri masyarakat. Pemerintah Kabupaten Kerinci, kata dia, berkomitmen terus mendukung pelestarian adat dan budaya daerah agar tetap hidup dan berkembang bagi generasi mendatang. (Fer)

Berita Terkait

Tutup Festival Kopi Kerinci 2026, Bupati Monadi Apresiasi Antusias Masyarakat dan Dorong Kopi Lokal Tembus Pasar Lebih Luas
Hadiri Festival Kopi Kerinci, Ketua DPRD Hutri Randa Dorong Kopi Kerinci dan Sungai Penuh Makin Berdaya Saing
Festival Kopi Kerinci 2026 Resmi Dibuka, Bupati Monadi Dorong Kopi Lokal Naik Kelas dan Bernilai Tambah
Festival Kopi Kerinci 2026 Dibuka, Pemprov Jambi Dorong Penguatan Ekosistem dan Pasar Ekspor
Festival Kopi Kerinci 2026 Digelar September, Kopi Kayu Aro Dibidik Tembus Pasar Dunia
Razia Pajak Kendaraan Digelar di Kerinci, Samsat Siapkan Tiga Lokasi Operasi 2–4 September
Kapolres Kerinci Berganti, AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Dipercaya Polda Jambi
Rotasi Besar Polda Jambi, Kasatreskrim dan Sejumlah Pejabat Polres Kerinci Berganti
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 10:31 WITA

Tutup Festival Kopi Kerinci 2026, Bupati Monadi Apresiasi Antusias Masyarakat dan Dorong Kopi Lokal Tembus Pasar Lebih Luas

Minggu, 20 September 2026 - 08:34 WITA

Hadiri Festival Kopi Kerinci, Ketua DPRD Hutri Randa Dorong Kopi Kerinci dan Sungai Penuh Makin Berdaya Saing

Sabtu, 19 September 2026 - 21:05 WITA

Festival Kopi Kerinci 2026 Resmi Dibuka, Bupati Monadi Dorong Kopi Lokal Naik Kelas dan Bernilai Tambah

Sabtu, 12 September 2026 - 17:38 WITA

Festival Kopi Kerinci 2026 Dibuka, Pemprov Jambi Dorong Penguatan Ekosistem dan Pasar Ekspor

Jumat, 11 September 2026 - 14:57 WITA

Festival Kopi Kerinci 2026 Digelar September, Kopi Kayu Aro Dibidik Tembus Pasar Dunia

Berita Terbaru