Muaro Jambi, Newsline.id – Dunia pendidikan di Kabupaten Muaro Jambi tengah menjadi perhatian publik setelah belasan kepala sekolah yang baru dilantik memilih mundur dari jabatannya hanya dalam hitungan hari.
Sebanyak 13 kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dilaporkan mengajukan pengunduran diri usai mengikuti pelantikan yang digelar pada Senin (18/5/2026). Pelantikan tersebut dipimpin Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi H. Mahir dan diikuti ratusan kepala sekolah tingkat TK, SD hingga SMP.
Informasi pengunduran diri itu dibenarkan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaro Jambi Hendri. Ia menyebut ada berbagai alasan yang melatarbelakangi keputusan para kepala sekolah tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alasannya beragam, mulai dari faktor kesehatan, mendekati masa pensiun hingga persoalan lokasi penempatan yang terlalu jauh,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).
Dari sejumlah alasan yang muncul, persoalan jarak penempatan disebut menjadi faktor paling dominan. Beberapa kepala sekolah merasa lokasi tugas yang jauh dari tempat tinggal akan menyulitkan mobilitas dan pelaksanaan tugas sehari-hari.
Kondisi ini pun memunculkan perhatian masyarakat terkait mekanisme penempatan kepala sekolah di Kabupaten Muaro Jambi. Banyak pihak menilai evaluasi perlu dilakukan agar proses mutasi dan penugasan dapat mempertimbangkan kesiapan serta kondisi para pejabat yang dilantik.
Selain itu, mundurnya 13 kepala sekolah dalam waktu singkat dikhawatirkan berdampak terhadap stabilitas manajemen sekolah, terutama pada sekolah yang kini berpotensi mengalami kekosongan kepemimpinan.
Publik kini menunggu langkah lanjutan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaro Jambi untuk mengisi posisi yang kosong sekaligus mengevaluasi sistem penempatan kepala sekolah agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. (*/F)
Editor : Periyan








