Muaro Jambi, Newsline.id – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyebut Museum Sriwijaya Dharmakirti di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi sebagai museum situs budaya terbesar di Indonesia. Bahkan, menurutnya, kapasitas dan skala museum tersebut melampaui museum yang berada di kompleks Candi Borobudur maupun Candi Prambanan.
Pernyataan itu disampaikan Fadli Zon saat meresmikan Museum Sriwijaya Dharmakirti di KCBN Muaro Jambi, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, keberadaan museum dengan skala besar sejalan dengan luas Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi yang mencapai sekitar 3.981 hektare. Kawasan tersebut merupakan salah satu lanskap arkeologi terpenting di Indonesia dengan lebih dari 100 tinggalan arkeologi berupa kompleks percandian, menapo, kanal kuno, kolam, hingga jejak permukiman masa lampau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fadli menjelaskan, sejak abad ke-7 hingga abad ke-14, Muaro Jambi berkembang sebagai pusat agama, pendidikan, kebudayaan, dan pertukaran ilmu pengetahuan di kawasan Melayu-Sriwijaya. Lokasi ini juga menjadi penghubung penting antara Nusantara dengan India, Tiongkok, Tibet, dan sejumlah wilayah di Asia Tenggara.
Ia bahkan menilai Muaro Jambi memiliki posisi penting dalam sejarah pendidikan dunia. Mengacu pada Prasasti Tembaga Raja Balaputradewa yang menunjukkan hubungan Sriwijaya dengan Universitas Nalanda di India, Fadli menyebut Muaro Jambi layak dipandang sebagai salah satu pusat pembelajaran tertua di dunia.
Selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, Fadli menegaskan museum harus menjadi etalase peradaban bangsa yang dikelola secara profesional. Pengelolaan itu mencakup penyajian koleksi, penguatan riset, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi digital serta penyediaan fasilitas pendukung seperti pusat suvenir, restoran, dan sarana wisata lainnya agar museum semakin menarik bagi generasi muda maupun wisatawan mancanegara.
Menurut Fadli, Museum Sriwijaya Dharmakirti dan Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi memiliki potensi besar menjadi pusat penelitian bertaraf internasional, ruang kebudayaan yang inklusif, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata berbasis budaya.
Ia optimistis Muaro Jambi dapat berkembang sebagai living heritage, yakni kawasan warisan budaya yang tetap hidup, aktif dimanfaatkan, dan menjadi destinasi penting bagi wisatawan serta peziarah, khususnya umat Buddha dari berbagai negara.
Fadli menambahkan, potensi tersebut akan semakin berkembang apabila didukung konektivitas yang lebih baik, termasuk penguatan akses transportasi menuju Jambi.
“Muaro Jambi memiliki nilai sejarah yang luar biasa. Tugas kita sekarang adalah menjaga, mengembangkan, dan menjadikannya sebagai pusat peradaban dunia yang memberi manfaat bagi masyarakat,” tegas Fadli Zon.
Editor : Riyanto








