HUT ke-28 IJTI: Jurnalisme Televisi Dituntut Adaptif, Namun Tetap Berpijak pada Kebenaran

Sabtu, 22 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Newsline.id — Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) memasuki usia ke-28 tahun dengan menyoroti masa depan jurnalisme televisi di tengah perubahan teknologi, kecerdasan buatan, hingga dinamika demokrasi.

Peringatan HUT ke-28 IJTI digelar di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (20/8/2026), dengan mengangkat tema “Beyond Journalism: Membaca Arah Jurnalisme Televisi di Tengah Ketidakpastian.”

Tema tersebut menjadi ruang refleksi bagi insan jurnalis televisi untuk melihat kembali tantangan profesi sekaligus menentukan arah jurnalisme di tengah perubahan ekosistem media yang berlangsung cepat.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan menegaskan, perubahan teknologi dan platform media tidak boleh membuat jurnalis kehilangan prinsip dasar jurnalistik.

Menurutnya, keberpihakan terhadap kebenaran dan kepentingan publik harus tetap menjadi fondasi utama dalam setiap karya jurnalistik.

“Yang tidak boleh berubah adalah kita harus setia kepada kebenaran dan mendukung publik sepenuhnya. Kita harus terus melayani kepentingan informasi untuk publik. Kita berdiri di atas data, kebenaran, dan publik,” tegas Herik.

Di sisi lain, ia menyadari bahwa perkembangan teknologi merupakan tantangan yang tidak bisa dihindari. Jurnalis televisi dituntut mampu beradaptasi agar fungsi jurnalistik tetap berjalan di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.

“Yang harus terus berubah adalah bagaimana kita menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang terus berkembang, sehingga kita tetap bisa menjalankan fungsi jurnalistik dengan baik,” ujarnya.

Kompetensi Jadi Kunci di Era AI

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) turut menjadi perhatian IJTI. Teknologi tersebut menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru bagi dunia jurnalistik.

Dalam kondisi tersebut, peningkatan kompetensi wartawan dinilai menjadi kebutuhan yang semakin penting.

Herik mengatakan kualitas karya jurnalistik sangat berkaitan dengan kompetensi jurnalis. Karena itu, wartawan harus terus memperbarui pengetahuan, keterampilan, serta memahami perkembangan teknologi yang memengaruhi dunia media.

“Kompetensi jurnalis harus terus ditingkatkan karena kompetensi itu juga akan berbanding lurus dengan peningkatan karya jurnalistik yang dibuat oleh para jurnalis,” katanya.

Konsep Beyond Journalism yang diusung dalam HUT ke-28 IJTI bukan dimaknai sebagai meninggalkan prinsip jurnalistik. Sebaliknya, tema tersebut menjadi dorongan agar profesi jurnalis mampu berinovasi dan beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.

Perubahan platform, teknologi produksi, hingga kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi informasi boleh terjadi. Namun, kebenaran, independensi, etika dan kepentingan publik tetap harus menjadi pegangan.

Independensi Pers Harus Terus Dirawat

IJTI juga menekankan pentingnya menjaga independensi dan kebebasan pers. Menurut Herik, kedua hal tersebut membutuhkan komitmen bersama dari insan pers dan seluruh pemangku kepentingan.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dengan tetap mematuhi kode etik jurnalistik.

“Kita harus menjaga dan merawat independensi serta kebebasan pers bersama-sama. Caranya dengan terus mengerjakan karya jurnalistik yang positif dan berkualitas, dengan tetap mengedepankan etik dan kebijaksanaan dalam memberitakan apa pun,” tuturnya.

Herik juga mengingatkan bahwa pers memiliki posisi penting dalam kehidupan demokrasi Indonesia. Karena itu, jurnalis tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan ekosistem yang sehat.

“Jurnalis juga tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan kerja sama dengan semua pihak yang terkait. Kita harus sadar bahwa demokrasi dibangun juga oleh pers, di mana pers merupakan salah satu pilar demokrasi,” katanya.

Peringatan HUT ke-28 IJTI akhirnya menjadi momentum untuk mempertegas arah jurnalisme televisi di tengah ketidakpastian.

IJTI mendorong agar jurnalis mampu bergerak mengikuti perubahan zaman, memanfaatkan teknologi, meningkatkan kompetensi, dan tetap menjaga profesionalisme.

Sebab, sebesar apa pun perubahan teknologi dan media, kepercayaan publik hanya dapat dipertahankan jika jurnalisme tetap berpihak pada kebenaran, kepentingan masyarakat, independensi dan etika. (Red)

Editor : Riyanto

Berita Terkait

OJK Terbitkan Dua Aturan Baru untuk Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
Dua Bhabinkamtibmas Polda Jambi Raih Kompolnas Awards 2026 Kategori Peace
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome, Tekan Biaya dan Tingkatkan Mutu
Honda New Rebel 1100 Dapat Warna Baru, Tampil Makin Premium
Kepesertaan JKN Tembus 284,3 Juta, BPJS Kesehatan Dorong Faskes Tingkatkan Mutu Layanan
Jelang HUT ke-36, JNE Gandeng Muklay Ubah Armada Pengiriman Jadi Galeri Seni Berjalan
Pemerintah Satukan Layanan Perizinan TKA melalui OSS, Permudah Proses Investasi
Sarjito Resmi Jabat Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis OJK
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:56 WITA

OJK Terbitkan Dua Aturan Baru untuk Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Jumat, 18 September 2026 - 08:24 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome, Tekan Biaya dan Tingkatkan Mutu

Rabu, 16 September 2026 - 16:03 WITA

Honda New Rebel 1100 Dapat Warna Baru, Tampil Makin Premium

Rabu, 16 September 2026 - 16:00 WITA

Kepesertaan JKN Tembus 284,3 Juta, BPJS Kesehatan Dorong Faskes Tingkatkan Mutu Layanan

Senin, 14 September 2026 - 12:20 WITA

Jelang HUT ke-36, JNE Gandeng Muklay Ubah Armada Pengiriman Jadi Galeri Seni Berjalan

Berita Terbaru

Oplus_131072

Sungai Penuh

Ketua DPRD Sungai Penuh Sambut Kunjungan Pangdam XX/TIB ke Kerinci

Sabtu, 19 Sep 2026 - 15:48 WITA