JAMBI, Newsline.id – Kabut asap kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Minggu (4/10/2026). Jarak pandang yang menurun membuat sejumlah penerbangan mengalami penundaan demi memastikan keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Salah satu penerbangan yang terdampak adalah Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU-376 rute Yogyakarta–Jambi. Pesawat yang membawa penumpang dari Yogyakarta tersebut harus mengalami keterlambatan pendaratan akibat kondisi jarak pandang di sekitar bandara yang berada di bawah batas operasional.
General Manager Angkasa Pura II Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, mengatakan gangguan operasional mulai terasa signifikan sekitar pukul 15.50 WIB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kabut asap menjadi faktor utama yang menyebabkan jarak pandang turun drastis sehingga pesawat belum dapat melakukan pendaratan sesuai jadwal.
“Pesawat Super Air Jet penerbangan IU-376 tujuan Yogyakarta-Jambi delay pada Minggu, 4 Oktober 2026, pukul 15.50 WIB terhambat dengan alasan terdampak asap, jarak pandang 1.400 meter,” ujar Ardon.
Kondisi jarak pandang bahkan sempat lebih buruk. Ardon menyebut jarak pandang di sekitar kawasan Bandara Sultan Thaha Jambi sempat turun hingga 1.200 meter.
Penurunan jarak pandang tersebut tidak hanya berdampak pada penerbangan Super Air Jet. Sejumlah maskapai lain yang melayani penerbangan dari dan menuju Jambi turut terkena dampaknya.
“Selain Super Air Jet, maskapai lain juga terdampak, antara lain Garuda dan Citilink,” katanya.
Pihak pengelola Bandara Sultan Thaha Jambi memastikan aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional penerbangan. Pesawat hanya akan diizinkan mendarat maupun lepas landas setelah kondisi dinilai memenuhi standar keselamatan penerbangan.
Angkasa Pura II bersama AirNav dan BMKG juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kabut asap dan kondisi jarak pandang di sekitar bandara.
Calon penumpang yang terdampak penundaan penerbangan diimbau tetap tenang dan bersabar sembari memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing.
Gangguan penerbangan tersebut turut dirasakan penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan ke sejumlah daerah di Provinsi Jambi.
Ari Kunari, salah seorang penumpang asal Merangin, mengaku penundaan penerbangan membuat jadwal kepulangannya terganggu. Sebagai seorang pengusaha sawit, ia menyebut waktu sangat berharga karena berkaitan langsung dengan aktivitas bisnisnya.
“Saya tentunya merasakan efeknya. Saya terlambat pulang ke Merangin. Ini menjadi kendala karena saya harus menjalankan bisnis. Waktu sangat berharga,” ungkap Ari dengan nada kecewa.
Kondisi kabut asap tersebut menjadi perhatian serius bagi pengelola bandara dan seluruh pemangku kepentingan penerbangan, mengingat keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas penerbangan.
Editor : M. Abyan A








