Kuliah Umum di UIN Datokarama, Menteri Nusron Soroti Pentingnya Sertipikasi untuk Nilai Ekonomi Tanah

Kamis, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palu, Newsline.id – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak mahasiswa memahami pentingnya legalitas tanah sebagai kunci meningkatkan nilai ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam kuliah umum yang digelar di Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (01/04/2026). Dalam pemaparannya, Nusron menegaskan bahwa tanah yang belum memiliki sertipikat belum dapat dimanfaatkan secara maksimal, khususnya dalam akses ekonomi.

“Masih banyak masyarakat memiliki tanah, tetapi belum bersertipikat sehingga belum memiliki nilai ekonomi yang optimal. Karena itu, pemerintah menghadirkan program PRONA yang kini dilanjutkan melalui PTSL,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyinggung pemikiran ekonom Hernando de Soto yang menilai bahwa pengentasan kemiskinan tidak cukup melalui bantuan sosial, melainkan harus disertai akses legal terhadap aset, termasuk tanah. Sertipikat tanah menjadi instrumen penting dalam membuka akses tersebut.

Menurut Nusron, tanpa kepastian hukum, tanah tidak dapat dijadikan jaminan dalam sistem keuangan formal, sulit dimanfaatkan secara produktif, serta berpotensi menimbulkan konflik.

Pemerintah, lanjutnya, terus mendorong percepatan sertipikasi tanah. Dari sekitar 45 juta bidang tanah yang tersertipikasi sebelum 2017, jumlahnya kini telah meningkat menjadi 126 juta bidang. Meski demikian, masih terdapat sekitar 14,4 juta bidang tanah yang belum memiliki sertipikat.

Melalui forum akademik tersebut, Nusron berharap mahasiswa dapat lebih peduli terhadap isu pertanahan dan turut berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kepastian hukum atas tanah.

“Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan untuk menyebarkan pemahaman ini di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, Menteri ATR/Kepala BPN didampingi Direktur Jenderal Tata Ruang Suyus Windayana, Staf Khusus Bidang Reforma Agraria Rezka Oktoberia, Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik Rahmat Sahid, serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Tengah Muhammad Naim beserta jajaran. Turut hadir Rektor UIN Datokarama Palu Lukman S. Thahir bersama civitas academica. (Fer)

Editor : Feri

Berita Terkait

Dorong Legalitas Aset Keagamaan, Menteri ATR/BPN Serahkan 33 Sertipikat Tanah Wakaf di Sulteng
Antisipasi Krisis Global, ATR/BPN Perketat Alih Fungsi Lahan Sawah Demi Jaga Ketahanan Pangan
Kolaborasi ATR/BPN dan UIN Datokarama Palu, Mahasiswa Dilibatkan Percepat Legalisasi Tanah Wakaf
Kampung Reforma Agraria Duyu Bangkit, Bukti Nyata Transformasi Pascabencana di Kota Palu
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 02:37 WITA

Dorong Legalitas Aset Keagamaan, Menteri ATR/BPN Serahkan 33 Sertipikat Tanah Wakaf di Sulteng

Kamis, 2 April 2026 - 02:30 WITA

Kuliah Umum di UIN Datokarama, Menteri Nusron Soroti Pentingnya Sertipikasi untuk Nilai Ekonomi Tanah

Rabu, 1 April 2026 - 02:09 WITA

Antisipasi Krisis Global, ATR/BPN Perketat Alih Fungsi Lahan Sawah Demi Jaga Ketahanan Pangan

Rabu, 1 April 2026 - 01:45 WITA

Kolaborasi ATR/BPN dan UIN Datokarama Palu, Mahasiswa Dilibatkan Percepat Legalisasi Tanah Wakaf

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:51 WITA

Kampung Reforma Agraria Duyu Bangkit, Bukti Nyata Transformasi Pascabencana di Kota Palu

Berita Terbaru