Menteri Nusron Dorong Percepatan Kebijakan Satu Peta, Target Rampung Sebelum 2028

Kamis, 22 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Newsline.id – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penyelesaian Kebijakan Satu Peta (One Map Policy) sebagai fondasi penting dalam mendukung pendaftaran dan pemetaan tanah di seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Panitia Khusus (Pansus) DPR RI untuk Penyelesaian Konflik Agraria di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (21/01/2026).

“Berkaitan dengan peta, kita sudah menginisiasi peta tunggal melalui Integrated Land Administration Special Planning Project (ILASPP). Kalau ingin dipercepat selesai tahun ini, kami lebih senang. Tapi konsekuensinya tentu fiskal,” ujar Menteri Nusron.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, implementasi Kebijakan Satu Peta telah dimulai sejak 2022 melalui ILASPP yang didukung pembiayaan Bank Dunia. Program ini merupakan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, melibatkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Badan Informasi Geospasial, Kementerian Kehutanan, Kementerian Transmigrasi, serta Kementerian Dalam Negeri.

Saat ini, proyek ILASPP ditargetkan rampung pada 2029 dengan dukungan pinjaman Bank Dunia senilai Rp10,5 triliun. Namun, Menteri Nusron membuka peluang percepatan melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) apabila disepakati bersama.

Ia menargetkan, jika peta tunggal dapat diselesaikan sebelum 2028, maka dalam dua tahun berikutnya pemerintah dapat fokus menuntaskan konflik agraria sehingga pada 2029 tidak lagi terjadi tumpang tindih data spasial.

Hingga kini, penyusunan peta tunggal telah rampung di Pulau Sulawesi. Pada 2025, pemetaan ditargetkan selesai di Pulau Jawa serta sebagian wilayah Sumatera, sementara pada 2026 akan difokuskan pada sisa wilayah Sumatera dan Pulau Kalimantan.

Menanggapi paparan tersebut, Ketua Pansus Penyelesaian Konflik Agraria DPR RI, Siti Hediati Soeharto, menyatakan dukungan terhadap percepatan Kebijakan Satu Peta, termasuk dari sisi penganggaran selama urgensinya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, turut hadir dalam rapat tersebut bersama jajaran anggota Pansus dan pejabat kementerian/lembaga terkait.

Rapat kerja ini juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi di lingkungan ATR/BPN yang mendampingi Menteri Nusron dalam pembahasan percepatan penyelesaian Kebijakan Satu Peta. (Fer)

Editor : Feri

Berita Terkait

OJK Terbitkan Dua Aturan Baru untuk Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
Dua Bhabinkamtibmas Polda Jambi Raih Kompolnas Awards 2026 Kategori Peace
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome, Tekan Biaya dan Tingkatkan Mutu
Honda New Rebel 1100 Dapat Warna Baru, Tampil Makin Premium
Kepesertaan JKN Tembus 284,3 Juta, BPJS Kesehatan Dorong Faskes Tingkatkan Mutu Layanan
Jelang HUT ke-36, JNE Gandeng Muklay Ubah Armada Pengiriman Jadi Galeri Seni Berjalan
Pemerintah Satukan Layanan Perizinan TKA melalui OSS, Permudah Proses Investasi
Sarjito Resmi Jabat Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis OJK
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:56 WITA

OJK Terbitkan Dua Aturan Baru untuk Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Sabtu, 19 September 2026 - 10:48 WITA

Dua Bhabinkamtibmas Polda Jambi Raih Kompolnas Awards 2026 Kategori Peace

Jumat, 18 September 2026 - 08:24 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome, Tekan Biaya dan Tingkatkan Mutu

Rabu, 16 September 2026 - 16:03 WITA

Honda New Rebel 1100 Dapat Warna Baru, Tampil Makin Premium

Rabu, 16 September 2026 - 16:00 WITA

Kepesertaan JKN Tembus 284,3 Juta, BPJS Kesehatan Dorong Faskes Tingkatkan Mutu Layanan

Berita Terbaru