OJK Perkuat Keuangan Berkelanjutan dan Bursa Karbon, Tegaskan Komitmen di Forum Iklim Internasional

Rabu, 1 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, NEWSLINE.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya dalam memperkuat keuangan berkelanjutan dan pengembangan bursa karbon Indonesia pada sejumlah forum internasional dalam rangkaian London Climate Action Week (LCAW) 2026 yang berlangsung di London, Inggris, pada 22–25 Juni 2026.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa sektor jasa keuangan memiliki peran strategis dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon sekaligus memperkuat daya saing Indonesia dalam arsitektur keuangan berkelanjutan global.

Menurut Friderica, pembiayaan transisi tidak boleh berhenti sebagai kebijakan di atas kertas, melainkan harus diwujudkan melalui mekanisme pasar yang kredibel, transparan, dan mampu menjaga kepercayaan investor.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

“OJK terus mendorong terciptanya sistem keuangan yang stabil, berintegritas, serta mampu membiayai pembangunan ekonomi Indonesia yang lebih hijau, tangguh, dan inklusif,” ujarnya.

Selama mengikuti LCAW 2026, OJK menghadiri berbagai forum strategis, di antaranya The Net Zero Delivery Summit, Southeast Asia Climate Action Forum, Indonesia Climate Leadership Luncheon, diskusi bersama Centre for Economic Transition Expertise (CETEx) London School of Economics and Political Science (LSE), serta sejumlah pertemuan bilateral dengan lembaga internasional.

Dalam berbagai forum tersebut, OJK menekankan bahwa tantangan utama Indonesia bukan hanya menyediakan pembiayaan, tetapi memastikan dana investasi mengalir kepada proyek-proyek transisi yang layak, kredibel, dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian serta lingkungan.

Untuk memperkuat ekosistem pembiayaan transisi, OJK terus mengembangkan berbagai kebijakan, mulai dari Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI), penguatan pelaporan keberlanjutan, penerapan Climate Risk Management and Scenario Analysis (CRMS), hingga penyusunan revisi Peraturan OJK mengenai penerapan keuangan berkelanjutan yang ditargetkan terbit pada tahun ini.

Friderica menjelaskan, TKBI menjadi pedoman penting bagi industri jasa keuangan dan investor dalam mengidentifikasi kegiatan ekonomi hijau maupun sektor yang sedang bertransisi sehingga pembiayaan dapat disalurkan secara tepat sasaran sekaligus meminimalkan praktik greenwashing.

OJK juga memperkenalkan inisiatif pembiayaan inovatif melalui platform Satu Karsa, yang dikembangkan bersama Kementerian Kehutanan. Platform blended finance tersebut difokuskan untuk mendukung proyek karbon berbasis alam seperti reforestasi, agroforestri, pemulihan lahan kritis, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan kredit karbon berkualitas tinggi.

Selain itu, OJK kembali menegaskan pentingnya penguatan integritas Bursa Karbon Indonesia sebagai bagian dari implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Melalui pengawasan perdagangan karbon di IDX Carbon dan integrasi dengan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK), OJK berupaya memastikan tata kelola perdagangan karbon berjalan transparan, akuntabel, dan memberikan perlindungan bagi investor.

Sejak diluncurkan pada 2023, Bursa Karbon Indonesia telah membukukan transaksi sekitar dua juta ton CO₂ ekuivalen dengan nilai transaksi lebih dari Rp93 miliar, menunjukkan meningkatnya kepercayaan pelaku pasar terhadap mekanisme perdagangan karbon nasional.

Dalam kesempatan tersebut, OJK juga memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra internasional untuk membahas pengembangan pembiayaan transisi, pengawasan risiko perubahan iklim, hingga peningkatan kapasitas regulator dalam mendukung sistem keuangan berkelanjutan.

OJK menilai kolaborasi internasional menjadi kunci agar standar keuangan berkelanjutan global dapat diterapkan secara adil sesuai karakteristik negara berkembang, termasuk melalui dukungan pembiayaan jangka panjang, pengembangan metodologi, serta peningkatan kapasitas lembaga keuangan dan regulator.

(*/)

Editor : Riyanto

Berita Terkait

Kemnaker Manfaatkan Teknologi AI untuk Perkuat Analisis Pasar Kerja dan Rancang Pelatihan Berbasis Kebutuhan Industri
Pemerintah Percepat Sertipikasi Tanah MBR, Menteri Nusron: Manfaat Program Harus Dirasakan Secara Utuh
Wamen Ossy Lantik 78 Pejabat ATR/BPN, Tekankan Birokrasi Adaptif dan Berintegritas
ATR/BPN Pertahankan Opini WTP, Catat Prestasi 14 Kali Berturut-turut dari BPK RI
Menteri ATR/BPN Laporkan Realisasi Anggaran 2025 Capai 95,73 Persen dalam Raker bersama Komisi II DPR RI
Menteri ATR/BPN dan Menteri PKP Luncurkan Program Sertipikasi Gratis untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Sekjen ATR/BPN Targetkan Kinerja 2026 Capai 98 Persen, Kanwil dan Kantah Diminta Perkuat Evaluasi
Kementerian ATR/BPN dan Komisi II DPR RI Perkuat Reforma Agraria, Dorong Optimalisasi Peran Bank Tanah
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:00 WITA

Kemnaker Manfaatkan Teknologi AI untuk Perkuat Analisis Pasar Kerja dan Rancang Pelatihan Berbasis Kebutuhan Industri

Selasa, 21 Juli 2026 - 01:37 WITA

Pemerintah Percepat Sertipikasi Tanah MBR, Menteri Nusron: Manfaat Program Harus Dirasakan Secara Utuh

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:37 WITA

Wamen Ossy Lantik 78 Pejabat ATR/BPN, Tekankan Birokrasi Adaptif dan Berintegritas

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:08 WITA

ATR/BPN Pertahankan Opini WTP, Catat Prestasi 14 Kali Berturut-turut dari BPK RI

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:54 WITA

Menteri ATR/BPN Laporkan Realisasi Anggaran 2025 Capai 95,73 Persen dalam Raker bersama Komisi II DPR RI

Berita Terbaru